Berita Kota

Mucikari Pelajar yang Ditangkap Terancam Ujian Nasional di Penjara

ilustrasi
ilustrasi

Bontang. Rr (19) terancam menjalani ujian nasional di balik jeruji, setelah polisi membengkuknya akibat terlibat kasus prostitusi online karena melakukan ekploitasi seksual anak di bawah umur. Rr saat ini masih berstatus sebagai pelajar Kelas 3 di salah satu SMA di Bontang. 

Rr mengaku menjalankan bisnis haramnya ini sejak Januari 2019, bersama sang kekasihnya Nr (17) yang kini telah dinikahi secara siri.

Mereka berdua tinggal di sebuah kost di wilayah Lengkol, Bontang Selatan. Rr mengaku cinta (bukan nama sebenarnya) korban yang kini berusia 15 tahun mendatangi dirinya dan menawarkan diri untuk dicarikan pelanggan. 

“Dia datangi Saya bulan Januari itu, minta dicarikan pelanggan. Dia waktu itu juga kabur dari rumah, akhirnya kami tinggal sama-sama bertiga,” tuturnya. 

Untuk short time, pelaku memasang tarif Rp 400 hingga Rp 800 rupiah. Sementara untuk long time berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta rupiah. Dalam sehari, korban bisa melayani 3 sampai 4 lelaki hidung belang.

“Hasilnya untuk biaya sehari-hari, untuk makan dan bayar kost,” ujarnya.

Cinta (bukan nama sebenarnya) kerap melayani lelaki hidung belang pada siang dan malam hari yakni pukul 13-15.00 Wita sementara pada malam harinya yakni pukul 20.00 Wita hingga 22.00 Wita. Rata-rata pelanggannya merupakan lelaki paruh baya dan dari beragam profesi.

Kini keduanya terancam dijerat pasal eksploitasi anak di bawah umur Undang-Undang 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Kepolisian kini masih terus mengembangkan kasus ini, dan memburu jaringan prostitusi online lainnya di kota taman. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri

 

Click to comment
To Top