Berita Kota

Warga Perumahan HOP Demo Yayasan LNG Badak

Warga hop pada saat sampaikan tuntutan mereka di depan kantor yayasan badak lng (foto: yuli/pktv)

Bontang. Warga komplek perumahan HOP 1 hingga 6 PT Badak NGL pada Kamis (20/6/2019) pagi melakukan aksi demo di depan kantor Yayasan LNG Badak. Mereka tidak terima jika harus di migrasi ke PLN yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2019 mendatang.

Aksi tersebut dilakukan atas dasar keberatan para warga terkait perpindahan suplai listrik ke sambungan PLN. Terlebih rencana pemutusan aliran listrik dari kawasan perusahaan akan diberlakukan terhitung 1 Juli 2019 mendatang.

Mety salah seorang warga merasa tidak dihargai, padahal dulunya telah berjuang bersama-sama dalam membangun PT Badak NGL.

Senada dengan Mety, Nasrun Mu’min yang merupakan kuasa hukum warga HOP 1 sampai 6 mengatakan bahwa salah satu dasar penolakan warga untuk enggan migrasi ke PLN adalah  karena sejak awal tidak ada perjanjian kesepakatan untuk migrasi ke PLN.

“Kami menyayangkan sikap yayasan yang seharusnya melindungi warganya justru malah berbalik, yang lebih disesalkan adalah tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

KUASA HUKUM WARGA HOP NASRUN MU’MIN (FOTO: YULI/PKTV)

Hal tersebut ditepis oleh pihak manajemen PT Badak NGL yang mengatakan telah melakukan sosialisasi terlebih dulu. Dijelaskan oleh Legal Specialist PT Badak NGL, Hardi Bahruddin bahwa kebijakan soal migrasi tersebut diambil menyesuaikan peraturan perudang-udangan.

“Selama ini perusahaan telah menjalankan kewajibannya dalam memenuhi hak para pekerja dan pensiunannya. Pengadaan aliran listrik dan air di area HOP 1 sampai dengan 6 selama ini telah dicover oleh perusahaan,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Hardi, meski nantinya telah dilakukan migrasi, maka pihak manajemen PT Badak NGL tetap memberikan subsidi bagi pensiunan salah satunya yakni membantu dalam hal pembayaran pemasangan listrik.

LEGAL SPECIALIST PT BADAK NGL HARDI BAHRUDDIN (FOTO: YULI/PKTV)

Sementara itu, pada aksi demo yang dilakukan oleh warga ini menemui sebuah kesepakatan, yaitu penurunan seluruh spanduk baik milik warga maupun milik yayasan yang terpasang di sejumlah sudut kawasan komplek perumahan HOP PT Badak NGL.

Laporan: Yuli

Click to comment
To Top