Pemerintah

Walikota Neni Kampanyekan Kota Tanpa Buang Air Besar Sembarangan

Walikota Bontang Neni Moerniaeni
Walikota Bontang Neni Moerniaeni

Bontang. Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS), ternyata masih kerap dijumpai di sejumlah kawasan kumuh di Kota Bontang terutama dipemungkiman kawasan pesisir. Perilaku ini tentu berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Untuk terus menyadarkan masyarakat setop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), wali kota Bontang Neni Moerniani, terus gencar mengampanyekan kegiatan setop Buang Air Besar Sembarangan.

Dikatakan Neni, ini komitmen kita semua untuk betul-betul melaksanakan deklarasi itu untuk tidak BAB disembarang tempat terutama bagi warga yang berada di kawasan pesisir atas laut.

Tentu jika sanitasi di permukiman sangat buruk yang akan sangat dirugikan adalah warga itu sendiri dengan timbulnya berbagai penyakit dan biaya untuk berobat yang dikeluarkanpun tidak sedikit.

Untuk menanggulangi itu semua pemerintah Kota Bontang akan terus gencar mengampayekan setop buang air besar sembarangan atau kota tanpa buang air besar sembarangan seperti yang akan dilakukan dikawasan pesisir selambai. Ini sebagai kawasan percontohan bebas buang air besar sembarangan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

“Pemerintah berencana akan memfasilitasi Selambai dan kawasan pesisir lainnya di Kota Bontang dengan membangun fasilitas penunjang berupa bak penampung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) melalui pipa- pipa yang akan disalurkan dari rumah warga,” jelas Neni.

Adapun setop buang air besar sembarangan atau kota tanpa buang air besar sembarangan ini sebagai upaya wali kota dalam menggalakkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yakni program universal gerakan nasional `100-0-100` (100 % akses air bersih, 0 % kumuh dan 100 % akses ke fasilitas sanitasi) dalam rangka mengurangi dan mencegah kumuh di kota dan pinggiran kota. (*)

Laporan: Ariston

Click to comment
To Top