Kaltim

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, KPU Kaltim Sosialisasi di Lapas Kelas IIIA Bayur

Sosialisasi KPU Kaltim di Lapas Narkotika kelas IIIA Bayur Samarinda (dok)
Sosialisasi KPU Kaltim di Lapas Narkotika kelas IIIA Bayur Samarinda (dok)

Kaltim. Salah satu upaya mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018, sekaligus meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menggelar sosialisasi bagi warga binaan, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) narkotika Kelas IIIA Bayur Samarinda. Kamis, 31 Mei 2018.

Melalui Sosialisasi ini, KPU Kaltim menargetkan tingkat partisipasi masyarakat khususnya warga binaan Lapas untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak dengan baik dan benar.

Diungkapkan Ketua KPU Kaltim Muhamad Taufik, melalui sosialisasi ini diharapkan target partisipasi masyarakat bisa tercapai, dengan mengajak warga binaan untuk menyalurkan hak suara pada Pilgub Kaltim 27 Juni 2018 mendatang.

“Maka dari itu kami laksanakan sosialisasi ini, untuk memberikan pemahaman akan pentingnya menyalurkan hak suara terhadap keberlangsungan pembangunan Kaltim kedepan,” ujarnya.

Selain itu, terkait banyaknya warga binaan yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-el) sebagai prasyarat menyalurkan hak pilih. KPU kata Taufik, akan segera mengkomunikasikan hal ini bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), untuk dapat membantu serta memudahkan warga binaan menyalurkan hak pilihnya.

“Kami akan segera koordinasikan hal ini dengan Disdukcapil,” tandasnya.

Sementara Kepala Lapas narkotika Kelas IIIA Bayur Teguh Tri Hatmoko, menyampaikan dari total 1.400 warga binaan, sebagian diantaranya tidak memiliki KTP-el, dan bahkan kepemilikan KTP-el Kalimantan Utara.

Dirinya pun berharap KPU Kaltim bisa memfasilitasi hal tersebut, agar tingkat partisipasi pemilih bisa mencapai target pada Pilgub Kaltim 2018.

“Kami juga akan berupaya maksimal mendorong warga binaan bisa menyalurkan hak pilihnya dengan baik,” kata Teguh.

Begitu pula salah satu warga binaan, mengaku bersedia menyalurkan hak pilihnya, asal bisa dibantu dalam proses pembuatan KTP-el oleh KPU dan Pemerintah Daerah.

“Karena syaratnya harus punya KTP Elektronik, sementara saya belum punya. Makanya saya harap bisa dibantu agar bisa mencoblos,” harapnya. (*)

 

Laporan: Tim Liputan Pktv

Click to comment
To Top