Sertifikasi analis laboratorium Pupuk Kaltim (Foto: Mansur)
Corporate

Tingkatkan Kompetensi, 12 Karyawan PKT Ikuti Sertifikasi Analis Laboratorium

Bontang. Dalam upaya meningkatkan standarisasi analis dan peningkatan kompetensi karyawan menuju produktivitas tinggi dalam pencapaian kulitas, PT Pupuk Kaltim bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP-IPI) menggelar sertifikasi analis laboratorium bagi 12 karyawan Pupuk Kaltim. Rabu, 29 November 2017.

Sertifikasi ini secara bertahap oleh Pupuk Kaltim, sebab terhitung Januari hingga Oktober 2017, perusahaan telah melakukan 532 sertifikasi yang terdiri dari LSP-IPI, LSP-PKT, dan sertifikasi terkait ketenagakerjaan.

Diungkapkan Manager Diklat Pupuk Kaltim Tathit Surya Arjanggi, selain mendukung program pemerintah kegiatan ini pun sebagai wujud misi perusahaan dalam mengembangkan SDM yang berkualitas.

“Maka dari itu kami harap karyawan dapat terus meningkatkan kompetensi diri, dan tidak hanya menunggu pelatihan dari perusahaan. Agar kedepannya karyawan lebih siap dan cepat saat melaksanakan sertifikasi,” ujar Tahtit.

Sementara Manager Laboratorium Pupuk Kaltim Budi Rahmanto, mengatakan setiap tahun perusahaan dipastikan melakukan sertifikasi bagi analis, sebagai pembuktian tenaga analis pupuk kaltim sangat kompeten di bidangnya.

“Kami pun berupaya kegiatan sertifikasi dapat terus berkelanjutan, mengingat jaminan mutu produk pupuk kaltim tergantung dari hasil analisis laboratorium yang dilakukan,” ungkapnya.

Tahapan uji sertifikasi ini meliputi pelatihan, tes tertulis, praktik, dan wawancara bagi para peserta yang telah melalui seleksi terlebih dulu. Sertifikasi mendatangkan enam asesor dari karyawan laboratorium Pupuk Kaltim, yang telah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Atas upaya ini, kami memberikan apresiasi kepada Pupuk Kaltim yang terus berkontribusi dan mendukung sertifikasi karyawannya. Dari data LSP-IPI, diantara anak perusahaan Pupuk Indonesia, pupuk kaltim paling banyak melakukan sertifikasi. Semoga ini juga bisa dilakukan ke beberapa bidang lainnya, seperti inspeksi teknik serta pengendalian proses dan K3,” papar perwakilan LSP-IPI, Muhammad Suriadarmawan.(*)

 

Laporan: Ervi | Mansur