Bessai Berinta

Tak Langka, Walikota Sebut Pendistribusian Elpiji 3 Kg Salah Sasaran

Antrean warga Tanjung Laut demi gas elpiji 3 Kg beberapa waktu lalu (Foto: dok PKTV)
Antrean warga Tanjung Laut demi gas elpiji 3 Kg beberapa waktu lalu (Foto: dok PKTV)

Bontang. Walikota Bontang Neni Moerniaeni membantah adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kilogram (Kg) yang akhir-akhir ini marak dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut kuota elpiji 3 kg untuk Kota Bontang sudah sesuai, dan tidak mengalami pengurangan.

Adapun kelangkaan yang dirasakan masyarakat, dinilai terjadi karena salahnya proses pendistribusian gas elpiji tersebut. Hal itu diungkapkan Neni usai jalan sehat di Guntung Minggu (2/9) pagi.

Menurut dia, gas elpiji 3 Kg merupakan gas yang disubsidi pemerintah dengan sasaran pengguna masyarakat tidak mampu. Dan harusnya proses pendistribusian gas seharusnya dilakukan secara tertutup.

Namun yang terjadi di lapangan, pendistribusian elpiji 3 Kg justru dilakukan secara terbuka, bahkan tak sedikit warga mampu ikut menggunakan.

“Dalam waktu dekat Kepolisian juga akan turut sidak di pasaran, untuk mengecek ketersediaan dan pendistribusian gas elpiji 3 Kg ini,” ujar Neni.

Seperti diketahui, belakangan dikabarkan gas elpiji 3 Kg mengalami kelangkaan di Kota Bontang. Akibat kelangkaan tersebut, harga gas melon di pasaran melonjak drastis dari semula Rp 18,000.- menjadi Rp 40,000.- (*)

 

Laporan: Sary | Mansur

Click to comment
To Top
No announcement available or all announcement expired.