Berita Kota

Sejak Dilantik, Neni-Basri Sudah Gelar Mutasi Sebanyak 5 Kali

pegawai pemkot bontang yang dimutasi pada saat pengambilan sumpah (foto: hayat/humas pemkot)

Bontang. Gerbong mutasi kembali terjadi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pada Rabu (30/10/2019) malam, menambah daftar panjang jumlah mutasi yang telah dilaksanakan oleh pasangan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Basri Rase. Sejak dilantik pada Maret 2016 lalu, tercatat hingga kini pasangan Neni-Basri telah menggelar mutasi sebanyak 5 kali.

Mutasi jilid pertama yang dilakukan secara besar-besaran digelar neni – basri 8 bulan setelah dilantik, yakni pada Desember 2016 lalu. Pada mutasi tersebut, Neni-Basri melantik dan mengukuhkan sebanyak 502 pejabat dari eselon 2 hingga 4, dengan rincian yakni jabatan struktural eselon 2B yang semula berjumlah 31 jabatan kini menjadi 29 jabatan, eselon 3A berkurang 4 jabatan menjadi 45 jabatan, dan eselon 4B berkurang 16 jabatan menjadi 99 jabatan.

Dari 502 pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilantik , hampir semua merupakan wajah-wajah lama, kecuali Artahnan. Pejabat eselon yang sebelumnya berstatus non job ini dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan, yang sebelumnya kosong karena ditinggalkan Siti Ngaisah yang memutuskan untuk pensiun dini.

Pada mutasi tersebut juga tercatat sebanyak 48 pejabat mendapatkan promosi, dan 2 pejabat di kembalikan ke posisi awal lantaran kenaikan jabatan kedua pejabat tersebut tidak sesuai aturan.

Lalu, pada 20 Juli 2018, mutasi jilid kedua kembali digelar pasangan Neni-Basri. Tercatat ada sebanyak 184 pejabat yang dilantik pada mutasi kedua ini, mulai dari kepala Dinas, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Camat, Lurah hingga para Kepala Seksi. Dari 184 pegawai yang bergeser, 5 di antaranya merupakan pegawai eselon II.

5 bulan berselang, mutasi jilid ketiga kembali digelar Neni-Basri, tepatnya pada awal Januari 2019. Sebanyak 162 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Pejabat Fungsional dilantik langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Menariknya, pada mutasi jilid ketiga tersebut, turut diumumkan 10 nama dinas atau badan yang melebur menjadi nama OPD baru. Di antaranya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelolaan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak berhenti disitu, mutasi jilid keempat kembali digelar Neni-Basri 4 bulan setelah pelaksanaan mutasi jilid ketiga. Pada mutasi keempat ini, Neni-Basri mengukuhkan sebanyak 177 pejabat dari eselon 2 hingga 4. Menariknya, 2 posisi Kepala Dinas diisi oleh wajah baru, yakni Ahmad Asnem yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dispopar, diangkat menjadi Kepala Dinas Ketenagakerjaan. Begitu pula dengan Sigit Alfian yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dikukuhkan sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah.

Kini, mutasi jilid kelima kembali digelar oleh Neni-Basri. Mutasi yang digelar di akhir sisa masa jabatan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang ini, Neni-Basri memutasi sebanyak 84 pejabat yang terdiri dari eselon 2 hingga 4.

Neni menegaskan, mutasi dan rotasi yang dilakukannya selama menjabat sebagai orang nomor 1 di Kota Bontang merupakan hal yang wajar, namun mutasi dan rotasi tersebut juga dilakukan dirinya sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dengan memperhatikan prinsip demokrasi.

Kini tersisa kurang lebih 17 bulan menjelang masa akhir jabatan Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2016-2021, gerbong mutasi jilid keenam di lingkup Pemkot Bontang pun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi disisa waktu tersebut.

Laporan: Tim liputan PKTV

Click to comment
To Top