Corporate

Pupuk Kaltim Ubah Limbah Cangkang Kepiting Menjadi Chitosan

Praktisi ahli bidang teknologi nano dari fakultas farmasi UGM Ronny Martien berikan materinya pada saat Sharing Knowledge (foto:Halwi)

Bontang. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berupaya untuk memberdayakan masyarakat Bontang melalui pemanfaatan limbah cangkang kepiting dan rajungan untuk pembuatan chitosan. Hal ini ini diwujudkan dengan sharing knowledge dengan mendatangkan praktisi ahli bidang teknologi nano dari fakultas farmasi Universitas Gajah Mada Ronny Martien.

Sharing Knowledge yang diadakan di ruang Learning Centre Hotel Equator Bontang tersebut dilaksanakan pada Senin (13/5/2019). Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan pengetahuan tambahan mengenai proses pembuatan produk chitosan dan produk–produk turunannya yang terbuat dari limbah cangkang kepiting dan rajungan kepada para peserta.

Dari  limbah cangkang kepiting yang diolah menjadi chitosan dapat dimanfaatkan kembaliuntuk menjadi bahan biomedical, bahan makanan, bahan produk agrikultur, dan holtikultural hingga bahan kosmetik.

Ronny Martien pada saat memberikan materinya menjelaskan bahwa dengan chitosan ini maka akan dapat membatu dalam berbagai bidang, misalnya bisa dimanfaatkan sebagai biomedical, bahan pengawet makanan, agrikultur, dan hortikultural hingga bahan kosmetik.

“Dengan produk–produk chitosan yang terbuat dari cangkang kepiting ini, mampu untuk menggantikan bahan pengawet makanan yang berbahaya, yang selama ini menjadi permasalahan di masyarakat, dan olahan dari produk chitosan ini aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Sementara itu Staf CSR Pupuk Kaltim yang juga sebagai Person In Change (pic) Anggono mengatakan bahwa produk chitosan ini adalah Proyek Kendali Mutu (PKM) yang dikembangkan oleh departemen CSR Pupuk Kaltim, dengan melihat banyaknya limbah cangkang kepiting yang ada di daerah pesisir kota Bontang.

“Pupuk Kaltim ingin mengembangkan dan menjadikan produk chitosan sebagai produk yang dikembangkan oleh CSR perusahaan. dengan pengembangan itu, awalnya perusahaan ingin membuatkan home industri bagi masyarakat. Namun dengan pengembangan yang baik melalui departemen CSR, sehingga saat ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Laporan: Yahya | Halwi

Click to comment
To Top