Corporate

Pupuk Kaltim Siapkan Implementasi 2 ISO Terbaru

Executive Briefing Pupuk Kaltim di Ruang Pyrus Grand Equator Hotel (Foto: Humas PKT)
Executive Briefing Pupuk Kaltim di Ruang Pyrus Grand Equator Hotel (Foto: Humas PKT)

Bontang. Pupuk Kaltim terus membenahi standarisasi perusahaan dalam meningkatkan citra dan kinerja, sekaligus efisiensi kegiatan dengan berbagai perbaikan sistem manajemen organisasi. Khususnya dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, dan tindakan perbaikan untuk mengoptimalkan daya saing usaha.

Setelah penerapan 13 sistem yang sesuai standarisasi ISO dan tersertifikasi, Pupuk Kaltim kini tengah menyiapkan implementasi dua sistem terbaru. Masing-masing ISO 550001:2014 tentang Standar Manajemen Aset, dan ISO 26000:2010 tentang Sistem Manajemen Corporate Social Responsibility (CSR). Diawali Executive Briefing di ruang Pyrus Grand Equator Hotel, Kamis, 12 Juli 2018.

Kegiatan diikuti ratusan karyawan Pupuk Kaltim, dirangkai monitoring berkala antar unit kerja di lingkungan perusahaan bersama jajaran Direksi. Terkait evaluasi dan produktivitas kinerja dalam rangka mencapai realisasi target perusahaan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, pada kesempatan itu meminta seluruh unit kerja terkait dapat mempersiapkan seluruh rancangan jelang sertifikasi penerapan ISO di perusahaan, agar berjalan sesuai target dan perencanaan.

Hal itu mengingat dua sistem terbaru ini akan menjadi poin dalam meningkatkan komunikasi internal, dan hubungan baik dengan berbagai pihak berkepentingan, guna meraih kepercayaan konsumen dan mitra kerja.

Pengenalan ISO 550001:2014, dipaparkan pemateri PT MTS Indonesia, Ashari. Ia mengatakan standar ini dirancang untuk memberikan pemahaman umum berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan bidang keuangan. Seperti lembaga obligasi, investor, lembaga kredit, dan asuransi.

Selain juga ada persyaratan khusus dalam ISO 55001 untuk mengidentifikasi kebutuhan pelaporan keuangan, dengan mempertimbangkan implikasi keuangan dari rencana dan kinerja keuangan saat dilaporkan.

“Sedangkan tujuan dasar standar ini untuk membimbing dan mempengaruhi rancangan kegiatan pengelolaan aset organisasi, dengan melekatkan sejumlah konsep kunci dan prinsip-prinsip dalam kerangka manajemen aset,” terangnya.

Ashari dari PT MTS Indonesia (batik) beri pemaparan terkait ISO 50001:2014 (Foto: Humas PKT)

Sementara ISO 26000:2010 tentang Sistem Manajemen CSR menurut Nana Sukmana selaku narasumber dari PT Delta Cipta Mandiri, sangat berhubungan dengan sistem yang telah terintegrasi di perusahaan. Dan sebagai panduan dalam perencanaan hingga monitoring, serta evaluasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dikatakannya ISO 26000:2010 tak hanya berfokus kepada pengelolaan CSR oleh perusahaan, namun juga berkaitan dengan seluruh stakeholder perusahaan dengan tujuh subjek inti di dalamnya.

Diantaranya tata kelola perusahaan, hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan, lingkungan hidup, praktik operasi yang fair, isu-isu konsumen, serta keterlibatan dan pengembangan masyarakat (community involvement and development).

“Maka dengan penerapan iso 26000, hubungan perusahaan dengan stakeholders diyakini dapat terus ditingkatkan dengan baik. Seiring peningkatan daya saing yang sesuai reputasi perusahaan, disamping komitmen serta produktivitas karyawan,” paparnya.(*)

Nana Sukmana dari PT Delta Cipta Mandiri paparkan implementasi ISO 26000:2010 (Foto: Humas PKT)

 

Laporan: Revo

Click to comment
To Top
No announcement available or all announcement expired.