Corporate

Pupuk Kaltim Salurkan 31.000 Ton Pupuk Urea Bersubsidi di Bali

Stok pupuk urea bersubsidi Pupuk Kaltim di salah satu gudang di daerah Bali
Stok pupuk urea bersubsidi Pupuk Kaltim di salah satu gudang di daerah Bali

Bontang. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menyuplai puluhan hingga ratusan ribu Ton pupuk urea bersubsidi ke sejumlah Provinsi. Dan sepanjang tahun 2019, Pupuk Kaltim akan menyuplai sebanyak 31 ribu Ton pupuk urea bersubsidi di wilayah Bali, guna memenuhi kebutuhan para petani di wilayah tersebut.

Pupuk Kaltim sepanjang 2019 ini berencana akan menyuplai sebanyak 31.173 Ton pupuk urea bersubsidi sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian, alokasi pupuk urea bersubsidi di wilayah Bali untuk tahun 2019.

Staf Account Executive Pupuk Kaltim wilayah Bali, Yohanes Mukri mengatakan bahwa pupuk bersubsidi tersebut akan disebar di 9 kabupaten kota yang ada di Bali. Tercatat hingga april 2019, jumlah pupuk bersubsidi yang telah disalurkan Pupuk Kaltim di wilayah Bali telah mencapai 11.988 Ton atau 35% dari total alokasi, sehingga masih tersisa sekitar 20.185 Ton pupuk yang akan disalurkan hingga bulan Desember 2019.

“Untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani di Bali, Pupuk Kaltim menyediakan sebanyak 9 gudang penyangga, 7 distributor, 163 kios, 2 Account Executive dan 9 Asisten AE,” jelasnya.

Mukri juga menjelaskan bahwa alokasi pupuk urea bersubsidi di bali pada tahun 2019 memang lebih rendah jika dibandingkan pada 2018 lalu, namun demikian pihaknya menjamin kebutuhan pupuk urea bersubsidi di bali sepanjang 2019 aman. Mengingat stok pupuk per 30 april 2019 lalu berada di angka 2.693 Ton untuk pupuk urea subsidi, dan 231 Ton untuk yang non subsidi.

“Sebanyak 3.000 ton pupuk urea bersubsidi nanti akan kembali didatangkan pada awal mei ini untuk memenuhi kebutuhan petani di wilayah Bali, walaupun berdasarkan data kebutuhan pupuk urea di provinsi bali setiap bulannya hanya berkisar di angka 2.000-an Ton. Hal tersebut yang membuat kami optimis bahwa stok pupuk akan aman hingga beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.

Berdasarkan data pada tahun 2018 lalu, alokasi pupuk bersubsidi di bali mencapai angka 37.030 Ton dengan realisasi penjualan sebesar 99% atau sebanyak 36.827 Ton. Penjualan tersebut didominasi di Kabupaten Tabanan yang mencapai 9.310 Ton, disusul Kabupaten Buleleng 6.698 Ton, Kabupaten Gianyar 5.351 Ton, Kabupaten Badung 4.190 Ton, Kabupaten Karangasem 4.072 Ton, Kabupaten Jembrana 2.975 Ton, Kabupaten Klungkung 1.974 Ton, Kabupaten Bangli 1.292 Ton dan Kota Denpasar 967 Ton.

Laporan: Sary – Yuli

Click to comment
To Top