Corporate

Pupuk Kaltim Jamin Kualifikasi Engineer Penuhi Standar Kompetensi

Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho (Foto: Humas PKT)
Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho (Foto: Humas PKT)

Bontang. Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho, menjamin seluruh insinyur dan tenaga teknis yang terlibat langsung dengan aktivitas produksi perusahaan, memiliki kompetensi serta kualifikasi yang memenuhi standar.

Jaminan tersebut sesuai realisasi serta kualitas hasil produksi yang diakui secara Nasional dan Internasional, ditambah berbagai penghargaan maupun capaian yang berhasil diraih perusahaan selama ini.

Bukti nyata lainnya, keberadaan Pupuk Kaltim sejak 40 tahun silam, juga melahirkan tenaga ahli yang unggul dan berkompeten, dilihat dari banyaknya purna karyawan yang diberdayakan berbagai perusahaan berbasis industri kimia di Indonesia.

Adanya sertifikasi insinyur serta tenaga teknis yang diwajibkan sesuai amanat Undang-Undang nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran, sebagai wujud kepatuhan perusahaan akan regulasi yang mengatur, sekaligus menjadi nilai lebih serta pengakuan atas pengalaman kerja karyawan dalam menopang industri bisnis Pupuk Kaltim.

“Seluruh engineer yang ikut sertifikasi hari ini semuanya ‘qualified’, kami tidak ada keraguan untuk itu. Dan diwajibkannya sertifikasi, semata-mata wujud kepatuhan Pupuk Kaltim terhadap undang-undang,” ujar Satriyo Nugroho.

Sertifikasi bagi tenaga ahli menurut Wakil Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia Ngadiyanto, terbagi dalam tiga kategori kualifikasi. Disesuaikan pengalaman dan masa kerja, sebagai dasar uji kompetensi.

Diantaranya kualifikasi Pratama, dengan masa kerja minimal 3 tahun. Kualifikasi Madya dengan masa kerja minimal 7 tahun, serta Kualifikasi Insinyur Profesional Utama, dengan masa kerja diatas 10 tahun dan memiliki karya.

“Dari lokakarya ini, akan mengklasifikasi seluruh peserta untuk penentuan kualifikasi uji kompetensi yang nantinya dilaksanakan,” kata Ngadiyanto.

Baca Juga: Gandeng PII, Pupuk Kaltim Target Insinyur Professional Tersertifikasi

Sertifikasi insinyur profesional akan memperoleh pengakuan timbal balik dari ASEAN Engineers Register, dan APEC Engineers Register. Pengakuan tersebut akan menjamin profesional menghadapi mobilitas pasar International, baik Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) maupun APEC, selaku organisasi kerjasama ekonomi regional di kawasan asia pasifik.

“Selain pengakuan, insinyur yang melanggar etik juga akan mendapat sanksi tegas. Atau perencanaan yang tidak sesuai dan dikeluhkan, disidang melalui Majelis layanan. Makanya sertifikasi ini menentukan standar profesionalitas dan kompetensi seorang engineer,” papar Ngadiyanto.(*)

 

Laporan: Aris

Click to comment
To Top