Corporate

Pupuk Kaltim Gelar Sosialisasi Product Knowledge Serta Media Tour di NTB dan Bali

Peserta sosialisasi product knowledge dan media tour Pupuk Kaltim di Bali melakukan foto bersama seusai kegiatan
Peserta sosialisasi product knowledge dan media tour Pupuk Kaltim di Bali melakukan foto bersama seusai kegiatan

Bontang. Setelah sebelumnya menggelar Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour di wilayah kaltim dan kalsel pada februari lalu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menggelar tahap kedua kegiatan tersebut dengan menyasar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.

Kegiatan yang bertajuk Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour Tahap Kedua tersebut menggandeng seluruh insan pers yang ada di wilayah NTB dan Bali. Kegiatan diawali di wilayah NTB pada hari Selasa (30/4/2019), bertempat di golden palace hotel Lombok, dengan menghadirkan peserta dari berbagai perwakilan media massa seperti media televisi, cetak hingga elektronik. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman penyaluran dan produk apa saja yang diproduksi oleh Pupuk Kaltim dalam mencapai swasembada dan kemandirian pangan bagi petani di seluruh wilayah pemasaran di Indonesia.

Staf Direktorat SDM dan Umum bidang Change Management Pupuk Kaltim Sunaryo Broto membuka secara langsung kegiatan tersebut. Turut hadir pula pada hari itu, Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim Bambang Setyo, Kepala Kantor Perwakilan Pupuk Kaltim NTB, serta Assistant Account Executive (AAE) Pupuk Kaltim Lombok Timur, Lalu Husni Mauliandri.

Sunaryo Broto dalam sambutannya, mengarapkan dengan adanya kegiatan tersebut, maka pemahaman para insan pers tentang Pupuk Kaltim terkait penyaluran serta produk dari Pupuk Kaltim dapat bertambah. Sehingga para insan pers dapat memahami peran serta Pupuk Kaltim dalam pencapaian swasembada dan kemandirian pangan bagi petani di seluruh wilayah pemasarannya, terutama di Indonesia.

“Selain itu kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya Pupuk Kaltim dalam mengamankan pendistribusian Pupuk bersubsidi, sekaligus sebagai upaya mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran,” jelasnya.

Usai dilaksanakan di Wilayah NTB, Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour Tahap Dua tahun 2019 ini juga dilaksanakan di wilayah Bali, pada Jumat (3/5/2019) di Aston Hotel and Residence Kuta Bali. Kegiatan tersebut juga di buka langsung oleh Staf Direktorat SDM dan Umum bidang Change Management Pupuk Kaltim, Sunaryo Broto. Serta dihadiri oleh Manager Humas Pupuk Kaltim, Wahyudi.

Sama halnya dengan di wilayah NTB, Insan Media di wilayah Bali ini juga diberikan pemaparan terkait sosialisasi produk Pupuk Kaltim yang di sampaikan oleh Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim, Bambang Setyo. Mereka juga mendapatkan penjelasan tentang stok dan penyaluran pupuk bersubsidi yang disampaikan oleh Staf Account Executive Pupuk Kaltim Wilayah Bali, Mukri.

Disampaikan Mukri, Realisasi penjualan pupuk urea bersubsidi sejak januari hingga april 2019 telah mencapai angka 10.988 ton, dari total alokasi pupuk bersubsidi di Bali untuk tahun 2019 sebesar 31.173 ton. Oleh karenanya, dirinya menjamin stok pupuk bersubsidi di wilayah Bali aman hingga beberapa bulan ke depan.

“Untuk para petani yang ingin memperoleh pupuk bersubsidi, kami sarankan agar tergabung dalam kelompok tani dan menyusun RDKK, karena pupuk bersubsidi hanya ditujukan bagi petani yang telah tergabung dalam kelompok tani dengan jumlah petani yang sudah direkap dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, maya dari bali post yang merupakan salah satu peserta media tour, mengaku beruntung bisa mengikuti kegiatan ini, lantaran melalui kegiatan ini dirinya dapat mengetahui berbagai informasi penting terkait produk Pupuk Kaltim hingga stok dan penyaluran pupuk bersubsidi serta non subsidi.

“Dengan kegiatan ini maka nantinya saya dapat memberikan edukasi kepada para petani yang ada di Bali tentang sistem penyaluran dan stok pupuk bersubsidi,” pungkasnya.

Diketahui, penyaluran pupuk urea bersubsidi oleh Pupuk Kaltim di wilayah NTB dan Bali pada 2018 lalu mencapai angka masing – masing 179.815 ton untuk wilayah NTB dan 36.827 ton untuk wilayah Bali.

Laporan: Sary | Yuli

 

Click to comment
To Top