Berita Kota

Puncak HUT Bontang, BCC 2017 Berlangsung Meriah

Salah satu peserta BCC 2017 (Foto: Humas Pemkot)

Bontang. Menjadi rangkaian peringatan hari jadi ke-18 tahun, Kota Bontang sebagai miniatur Indonesia dengan keanekaragaman seni budaya, ditampilkan melalui gelaran Bontang City Carnival (BCC), sekaligus puncak perayaan HUT Kota, Minggu 5 November 2017.

Pawai BCC dilepas langsung Walikota Neni Moerniaeni, dari depan rumah jabatan di Jl Awang Long, didampingi Wakil Walikota Basri rase, serta Ketua DPRD Nursalam. Sebanyak 59 group dengan ribuan peserta, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkot Bontang, instansi vertikal, sekolah, paguyuban, Organisasi Masyarakat (Ormas), perusahaan, dan sejumlah komponen masyarakat lainnya, menunjukkan kreatifitas melalui ajang bergengsi tahunan ini.

Baca Juga: Ramaikan BCC 2017, PKT Tampilkan Program CSV

Mayoritas peserta menampilkan budaya nusantara, lengkap dengan atribut dan kostum. Namun tak sedikit pula yang bernilai seni dan edukasi.

Bontang City Carnival mengambil rute dari rumah jabatan walikota menuju panggung kehormatan di simpang Ramayana, serta mengambil finish di lapangan parikesit bagi defile pejalan kaki. Dan Taman Tanjung Laut bagi peserta mobil hias.

Meski sempat tak digelar pada tahun 2016 lalu, akibat terbentur anggaran, BCC tahun ini ditemukan banyak hal menarik, diantaranya keikutsertaan seribu barisan guru PAUD Bontang sebagai barisan defile terpanjang.

BCC juga dimeriahkan banyaknya mobil hias, yang juga diikuti oleh Sekretariat DPRD Bontang, PT Pupuk Kaltim dengan mengusung tema program pemberdayaan masyarakat, dan sejumlah mobil hias dengan keunikannya masing-masing.

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dipersembahkan bagi masyarakat Bontang, sekaligus sebagai ikon yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tampak sejumlah OPD mengusung berbagai konsep dalam defile dan mobil hias, salah satunya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK), dengan memberikan sosialisasi penanganan kebakaran kepada seluruh masyarakat maupun tamu yang hadir. Penanganan kebakaran dilakukan menggunakan alat sederhana, berupa handuk basah hingga penggunaan apar untuk api yang mulai membesar. Serta cara menangani tabung gas elpiji yang terbakar melalui demonstrasi singkat. (*)

 

Laporan: Yuli | Faisal

  • 80
    Shares
Click to comment
To Top