Salah satu guru SMK Negeri 1 Hawis Gung Wibowo (Foto: yuli)
Pendidikan Topik

Puluhan Guru SMK Negeri 1 Layangkan Mosi Tak Percaya Pada Kepala Sekolah

Bontang. Sebanyak 84 guru dari ratusan pengajar di SMK Negeri 1 Bontang, melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kasman Purban sebagai kepala sekolah. Berisi permintaan agar Kasman segera dicopot dari jabatannya, atau dipindah dari sekolah.

Sebagai bentuk keseriusan, para guru galang dukungan melalui pembubuhan tanda tangan sejak Jumat pekan lalu, sebagai bentuk kekecewaan atas kepemimpinan kepala sekolah.

Dijelaskan salah satu guru SMK Negeri 1 Hawis Gung Wibowo, mosi tidak percaya muncul spontan dari pihaknya, pasca memuncaknya kekesalan akan rentetan masalah yang selama ini terjadi disekolah sejak dipimpin Kasman Purba.

Permasalahan tersebut diantaranya pembatasan jam absen guru oleh Kepala Sekolah, sementara yang bersangkutan sekakan lalai dan tidak tertib absen akan hal tersebut.

“Selain itu juga ada instruksi mengajar pelajaran yang tidak sesuai dengan bidang dan kompetensi guru oleh kepala sekolah,” ujarnya.

Bahkan Hawis menilai Kepala Sekolah lari dari tanggung jawab mengajar selama enam jam setiap minggu, dan sering terkesan acuh dengan mengalihkan pelajaran tersebut kepada guru lainnya.

“Kewajiban itu sering dilalaikan kepala sekolah, dan guru yang lain yang sering menggantikan mengajar anak-anak,” tambahnya.

Hal lain yang juga mendasari adanya mosi tidak percaya ini, adanya sikap kepala sekolah yang sulit untuk diajak berkomunikasi, serta terkesan arogan dilingkungan sekolah.

“Makanya kami sangat kecewa atas sikap tersebut,” terang Hawis.

Baca Juga: Kasman Purba Bantah Tudingan Guru Terhadapnya

Mosi tidak percaya pun turut disuarakan Wakil Kepala Kesiswaaan SMK Negeri 1 M Yunani. Dikatakannya, selama menjabat sebagai kepala sekolah, Kasman Purba tidak pernah transparan mengenai anggaran yang dialokasikan bagi sekolah, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Kota Bontang.

“Itu salah satu hal lain yang membuat kami melayangkan mosi tidak percaya ini,” ungkapnya.

Para guru mengaku, telah melaporkan langsung permalasalahan ini kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, yang berencana dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan di SMK Negeri 1 Bontang. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri