Parlemen

Proyeksi APBD Meningkat, DPRD Minta Gaji Honorer Kembali Normal

Anggota DPRD Bontang Setiyoko Waluyo (Foto: Aris)

Bontang. Anggota komisi 1 Dprd Bontang Setiyoko Waluyo, mengajukan empat poin penting terkait kenaikan anggaran pendapatan dan belanja daerah pada APBD Perubahan tahun 2017.

Hal itu disampaikan Setiyoko, melalui interupsi saat paripurna ke-7 masa sidang 3 Dprd, tentang penyampaian nota keuangan dan Raperda kota Bontang tentang perubahan APBD tahun anggaran 2017. Selasa, 26 September 2017.

Pertama, Setiyoko meminta pengembalian gaji seluruh pegawai honorer di lingkup Pemkot Bontang seperti sediakala, mengingat sejak awal tahun gaji ribuan tenaga honorer harus dipangkas lantaran merosotnya APBD Bontang.

Selain itu kenaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) PNS pun diharapnya dapat turut dilakukan pemerintah.

“Begitupun insentif pegiat agama dapat segera dibayarkan, termasuk insentif guru swasta yang beberapa waktu lalu sempat mengalami permasalahan dapat segera selesai,” ujar Setiyoko.

Menanggapi hal itu, Walikota Neni Moerniaeni menyampaikan peningkatan TPP PNS sudah lakukan pihaknya, bahkan regulasi terkait hal tersebut telah dituangkan melalui peraturan walikota (Perwali).

Baca Juga: APBD Perubahan 2017 Diprediksi Naik Rp194 Miliar

Hal yang sama pun akan turut diberlakukan Waliokta untuk gaji honorer, bahkan Neni memastikan kenaikan gaji honorer Bontang tertinggi di Kalimantan Timur.

“Untuk tunggakan insentif pegiat agama, kami pastikan juga akan dibayarkan pada apbd perubahan ini,” ucapnya.

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (Apbd) perubahan Kota Bontang tahun 2017, diperkirakan alami kenaikan Rp194 miliar, dari apbd murni sebesar Rp930 miliar. Sehingga rancangan APBD-P 2017 ditarget sebesar Rp1,125 triliun.(*)

 

Laporan: Sary | Aris

Click to comment
To Top