Berita Kota Kaltim Topik

Produksi Perikanan Bontang Masih Hadapi Banyak Kendala

Bontang. Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (Dpkp) Kota Bontang, Aji Erlynawati, menyatakan hingga saat ini potensi perikanan dan kelautan di Bontang masih mengalami banyak kendala dalam pengembangannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, masih banyak nelayan dan pembudidaya ikan tradisonal, dengan karateristik sosial budaya yang belum begitu kondusif untuk suatu kemajuan. Serta struktur armada dan usaha budidaya yang masih didominasi skala kecil, karena pengetahuan yang masih rendah.

Termasuk makin maraknya praktek illegal fising, sebagai imbas penegakan hukum yang bisa dibilang masih lemah. Hal ini kemudian berdampak pada penanganan hasil pasca panen, dengan produk olahan yang berada dalam kategori rendah.

“Dilain hal, juga terjadi kerusakan ekositem perairan, akibat pencemaran air dan kerusakan laut akibat adanya kegiatan usaha yang tidak ramah lingkungan,” jelas Aji Erlynawati dalam diskusi bersama Komisi 2 DPRD Provinsi Kaltim, Jumat (12/8/2016) pagi.

Disamping itu, ditambahkan Aji Erlynawati, infrastruktur yang belum memadai serta terbatasnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di stasiun pengisian, juga menjadi faktor lain yang menyebabkan pengembangan potensi laut Bontang belum bisa dimaksimalkan.

“Ditambah saat ini kondisi keuangan daerah tengah mengalami defisit anggaran. Makin memperburuk pengembangan potensi kelautan kita,” ujarnya.

Menanggapi itu, Ketua Komisi 2 Dprd Provinsi Kaltim, Edi Kurniawan, menyatakan akan membahas permasalahan ini pada tingkatan pemerintah provinsi Kaltim untuk mendapatkan solusi. Sebab, kondisi keluatan Bontang menurutnya tak jauh berbeda dengan Kabupaten/Kota lainnya di Kalimantan Timur, sehingga membutuhkan terobosan yang tepat guna, terutama bagi nelayan.

“Nanti akan kita bahas bersama ditingkat Provinsi. Sebab harus ada pengembangan yang lebih baik untuk bisa lebih memaksimalkan potensi laut kita. Walau defisit anggaran turut terjadi, tapi bukan berarti pengembangan potensi tidak bisa dilaksanakan,” paparnya. (*)

 

Laporan : Mansur

Editor : Maya Ch