Pendidikan

PPDB Hapus Program Bina Lingkungan, Anak Sekitar Sekolah Banyak Tersingkir

Proses PPDB di SD Negeri 003 Bontang Utara (Foto:Mansur)
Proses PPDB di SD Negeri 003 Bontang Utara (Foto:Mansur)

Bontang. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2018, sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Mulai tahun ini, PPDB hanya menggunakan sistem usia, zonasi, dan online, serta tidak lagi memberi tambahan poin bina lingkungan seperti bagi anak yang bermukim di sekitar sekolah.

Hal ini pun berdampak pada banyaknya calon peserta didik di sekitar sekolah yang tersingkir dan tidak masuk daftar salah satu calon siswa. Salah satunya di SD Negeri 003 Bontang Utara.

Diakui Ketua Panitia PPDB Paryoko, penerapan sistem prioritas usia dan zonasi pada PPDB tahun ini, banyak pihak yang merasa dirugikan dan tidak puas akan aturan tersebut. Khususnya masyarakat sekitar sekolah, yang harus menerima kondisi anaknya tidak bisa menimba ilmu di sekolah terdekat dengan rumah. Sebab aturan lebih memprioritaskan anak dengan usia 7 tahun sesuai Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru, dibanding anak dengan usia satu tahun dibawahnya.

“Hal ini membuat kami banyak menerima komplain masyarakat sekitar. Dan Ketua RT ada yang tetap meminta sekolah bisa prioritaskan warga sekitar sekolah,” ujar Paryoto.

Namun begitu ia tak bisa berbuat banyak, mengingat aturan yang ditetapkan dari Pemerintah Pusat mengharuskan PPDB tahun ini, berjalan sesuai landasan tersebut.

Menurut Paryoto, antusias masyarakat menyekolahkan anak di SDN 003 cukup tinggi, terbukti meningkatnya jumlah pendaftar secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat hingga Jumat (29/6) siang, calon peserta didik yang mengembalikan formulir mencapai 142 orang, dari total 170 lebih pendaftar. Dari jumlah tersebut, ada 52 orang yang tersingkir pada proses pendaftaran, dan dialihkan ke sekolah lain berdasarkan prioritas pilihan.

“Sementara kuota penerimaan siswa baru SDN 003 Bontang Utara ada 96 orang. Terdiri dari 90 anak reguler dan 6 kuota bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),” tandasnya.

Proses PPDB masih dibuka hingga Sabtu, 30 Juni 2018. Dilanjutkan pengumuman seleksi pada 2 Juli, serta pendaftaran ulang hingga 4 Juli. Bagi siswa yang diterima, pengenalan sekolah mulai dilaksanakan pada 14 hingga 16 Juli, dan proses belajar mengajar diawali 16 Juli 2018. (*)

 

Laporan: Mansur

Click to comment
To Top