Advetorial

Perdana, Rumah Tahfidz Nurul Ilmi YABIS Luluskan 1 Orang Penghafal Al-Qur’an

Abdul Kadir Tappa (kedua dari kanan) didampingi Ketua Yayasan Yabis, H Muslimin (paling kanan) berfoto bersama Muhammad Iqbal Wian Putra dan kedua orang tuanya (foto: humas yabis)

Bontang. Sejak didirikan dan dibuka pada September 2017 lalu, akhirnya Rumah Tahfidz Nurul Ilmi YABIS untuk yang pertama kalinya melahirkan 1 orang santri penghapal Al-Qur’an 30 juz.

Sebagai bentuk rasa syukur atas pretasi yang diraih tersebut, pada Minggu (24/11/2019), bertempat di Masjid Nurul Ilmi YABIS, segenap Pengurus Rumah Tahfidz Nurul Ilmi YABIS menggelar Syahada atau Ijasah Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghoib yang diberikan kepada Santri Muhammad Iqbal Wian Putra.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Yabis H Muslim Arsyad menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian yang telah di tunjukkan oleh salah seorang santrinya tersebut.

“Tidak butuh waktu lama dan terbilang cukup singkat, selama kurang lebih 2 tahun 2 bulan, santri ini didik dan di tempa. Santri remaja bernama Muhammad Iqbal Wian Putra berhasil menyelesaikan hapalan Al-Qur’annya dengan baik melampaui ke 45 santri lainnya,” terangnya.

ANGGOTA DPRD KALTIM ABDUL KADIR TAPPA (KEDUA DARI KANAN) DIDAMPINGI KETUA YAYASAN YABIS H MUSLIMIN (PALING KANAN) MENYERAHKAN IJAZAH KEPADA KEPADA MUHAMMAD IQBAL WIAN PUTRA (KIRI) (FOTO: HUMAS YABIS)

Sementara itu, Kepala Pengelola Rumah Tahfidz Nurul Ilmi YABIS Saat Ardani mengatakan, ke depannya mereka akan menyiapkan program Ijazah Bersanad bagi seluruh santrinya, usai mereka mendapatkan ijazah internal dari penguji yang telah memiliki Sertifikasi Sanad.

“Maka dari itu, untuk memotivasi seluruh santri dan ustad Rumah Tahfidz Nurul Ilmi YABIS agar dapat berprestasi lebih baik lagi, kami  berencana melakukan studi banding ke Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional yang berada di daerah Cibulan Jawa Barat,” jelasnya.

Dijelaskan Saat Ardani, dipilihnya Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional tersebut, karena mereka dianggap berhasil dalam melahirkan penghafal-penghafal Al-Qur’an terbanyak dengan menggunakan metode Yadain yakni mengartikan, menghafalkan, mengamalkan, dan menjaganya, dengan target 2 pekan 10 juz, dan sebulan sebanyak 30 juz.

Adapun diakhir kegiatan, Wijiyono yang merupakan orang tua santri penghapal Al-Qur’an 30 juz, tak kuasa mengungkapkan rasa bangga dan harunya. Dirinya tidak menyangka anaknya mampu menjadi penghapal Al-Qur’an 30 juz.

Wijiyono menuturkan, menjadi hafiz bukan hanya menghafal Al-Qur’an tetapi juga sebuah perjuangan dan pengorbanan bagi anaknya Iqbal. Lantaran Iqbal sejak kecil memang berbeda dengan anak-anak seusianya, Iqbalpun diketahui memiliki kekurangan pada fisiknya.

“Tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan berkehendak, dengan bantuan seluruh keluarga besar YABIS, impian saya untuk melihat Iqbal dapat menghapal Al-Qur’an terjawab sudah,” ungkapnya.

Tidak Lupa Wijiyono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Umum YABIS, H Muslimin, beserta seluruh pengurus Rumah Tahfiz Nurul Ilmi, dan Keluarga Besar YABIS. Karena telah membantu Iqbal memujudkan keinginannya menghapal Al-Qur’an 30 juz.

Laporan: Aris

Click to comment
To Top