Berita Kota

Penyandang Disabilitas Keluhkan Guiding Block Tidak Sesuai Fungsi

mobil warga terparkir di atas trotoar yang memiliki blok pemandu sehingga menyusahkan pejalan kaki terutama penyandang disabilitas (foto: ervi/pktv)

Bontang. Blok pemandu atau guiding block, yang dipasang di sepanjang trotoar Jalan Ahmad Yani Kota Bontang dengan fungsi untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tunanetra dan pengguna kursi roda, ternyata masih disalahgunakan oleh sejumlah oknum.

Dari pantauan PKTV, terlihat banyak mobil yang terparkir diatas trotoar, dan menutupi guiding blok. Lantaran trotoar yang tertutup kendaraan, para pejalan kaki terpaksa melintas di bahu jalan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu penyandang disabilitas, Rieka Apriliah. Dirinya merasa terganggu dengan kendaraan yang parkir diatas trotoar. Rieka mengaku, selain menutup akses pejalan kaki, diatas trotoar juga terpasang akses penting bagi penyandang tunanetra, yakni guiding block yang berwarna kuning.

“Bahkan penyandang disabilitas harus rela mengalah dengan kendaraan yang terparkir, padahal, trotoar tersebut diutamakan bagi pejalan kaki,” ungkapnya.

Sementara itu, pendamping penyandang disabilitas Nurul, mengatakan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat Bontang akan fungsi guiding block, menyebabkan pengendara sering parkir kendaraan diatas trotoar yang terdapat guiding block.

“Oleh karena itu, diperlukan sosialiasi oleh pihak berwajib kepada masyarakat terkait fungsi guiding block. Selain itu, saya juga mengajak masyarakat, agar dapat lebih tertib dalam menggunakan jalur trotoar sebagaimana mestinya, serta dapat menghargai hak penyandang disabilitas, sehingga dapat terwujud kota yang ramah difabel,” jelasnya.

Selain digunakan untuk tempat parkir, trotoar yang terpasang guiding block juga banyak dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk berjualan.

Laporan: Hesti | Ervi

 

Click to comment
To Top