Pemerintah

Pentas Seni Meriahkan Peringatan Hari Autis Sedunia di Kota Bontang

Walikota Neni Moerniaeni bernyanyi bersama ABK pada peringatan Hari Autis Sedunia, Sabtu pagi, 7 April 2018 (Foto: Humas Pemkot)
Walikota Neni Moerniaeni bernyanyi bersama ABK pada peringatan Hari Autis Sedunia, Sabtu pagi, 7 April 2018 (Foto: Humas Pemkot)

Bontang. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) penyandang autis, merupakan amanah dan karunia tuhan yang begitu elok. Dalam dirinya, melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, serta memiliki hak yang sama dengan anak lainnya di segala aspek kehidupan.

Bahkan, anak berkebutuhan khusus juga memiliki kemampuan yang tak kalah dari anak pada umumnya, seperti yang ditunjukkan melalui berbagai tampilan seni pada peringatan Hari Autis Sedunia di Gedung Autis Center Bontang. Sabtu pagi, 7 April 2018.

Kegiatan diikuti ratusan siswa-siswi dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bontang. Mulai SLB Negeri Bontang, SLB YPK, SLB Permata Bunda, SLB Borneo Center, dan SLB YPA.

Mereka tampil bergantian, unjuk kebolehan dihadapan Walikota Neni Moerniaeni, Ketua Komisi 1 DPRD Agus Haris, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, serta seluruh tamu undangan yang hadir.

Hari Autis Sedunia diperingati tanggal 2 April setiap tahunnya. Khusus di Kota Bontang, peringatan tahunini dikemas dalam bentuk pentas seni siswa-siswi berkebutuhan khusus, yang tampil memukau. Mulai bernyanyi, menari, membaca puisi, hingga fashion show.

Tahun ini merupakan peringatan ke-11, mengusung tema “We Are The Same and Love Each Other”, digelar untuk menjalin silaturahmi serta mengasah kreatifitas dan keberanian ABK untuk tampil dihadapan umum.

“Kami berharap seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat dapat lebih peduli terhadap anak berkebutuhan khusus, serta memberikan hak anak autis sama dengan anak normal pada umumnya,” ujar Ketua Pusat Layanan Autis Bontang Puji Astuti, selaku ketua panitia acara.

Sementara Walikota Neni Moerniaeni, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan anak berkebutuhan khusus dengan lainnya, mulai dari pendidikan hingga pelayanan publik.
Ia menyebut Bontang sebagai kota ramah anak, memiliki kewajiban mengakomodir tumbuh kembang anak untuk lebih berprestasi dan menjadi sumberdaya manusia yang cerdas. Tak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus.

“Disinilah peran pemerintah untuk memberikan pelayanan serta kesempatan dan hak yang sama bagi anak di Kota Bontang,” kata Neni.

Dalam kesempatan itu, Walikota Neni bersama seluruh undangan yang hadir turut memeriahkan acara dengan bernyanyi dan menari bersama siswa-siswi SLB se-Kota Bontang.

Selain berbagai tampil berani dan memukau, peringatan Hari Autis Sedunia kali ini turut menggelar bazar dan pameran hasil kreasi anak berkebutuhan khusus bersama para guru.(*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Click to comment
To Top