Corporate

Menperind: Gas Kaltim Prioritaskan Kebutuhan Domestik

Pertemuan terbatas dan diskusi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto bersama jajaran Direksi Pupuk Kaltim dan Join Venture Company (JVC) (Foto: Humas PKT)
Pertemuan terbatas dan diskusi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto bersama jajaran Direksi Pupuk Kaltim dan Join Venture Company (JVC) (Foto: Humas PKT)

Bontang. Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto, mengatakan industri kimia nasional tengah difokuskan pada pengembangan agar lebih berdaya saing global. Pasalnya, sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta berperan penting sebagai penghasil bahan baku untuk kebutuhan produksi industri lainnya.

Tercatat sejak 2017, industri kimia menjadi salah satu sektor penyumbang utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar Rp236 triliun. Maka dari itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada seluruh industri petrokimia dalam kawasan industri Pupuk Kaltim, yang telah berkomitmen mendukung pembangunan industri Nasional.

“Apalagi klaster industri petrokimia pertama di Indonesia ini sudah berjalan lebih dari 30 tahun, dimulai dengan berdirinya PT Pupuk Kalimantan Timur pada 1977,” katanya.

Ditambahkannya, kebutuhan gas bumi untuk industri yang beroperasi di Bontang mencapai 452 MMSCFD, atau sekitar 59 persen dari penggunaan gas bumi domestik di wilayah Kaltim. Hal ini menjadi perhatian besar pihaknya, khususnya terhadap jaminan pasokan gas bumi jangka panjang dan harga wajar.

Baca Juga: Dorong Pengembangan Industri Kimia, Menteri Perindustrian RI Sambangi Pupuk Kaltim

Agar kelangsungan seluruh aktivitas industri dapat lebih berkembang, dengan struktur yang kokoh dan berkelanjutan.

“Maka dari itu, perlu bagi kita untuk tidak melakukan perpanjangan pasokan untuk kontrak penjualan gas bumi ke luar negeri, agar pasokan gas di Kaltim dapat diprioritaskan kepada kebutuhan domestik terutama kelangsungan industri petrokimia di Bontang,” papar Airlangga.

Sementara Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman mengatakan, walau Pupuk Kaltim juga berjalan dalam ranah ekspor, namun pihaknya selalu optimistis dapat memenuhi kapasitas dalam negeri. Apalagi masuknya produk pupuk impor seperti Arab Saudi dan Tiongkok, akan terus dikurangi dengan kapasitas produksi dalam negeri. (*)

 

Laporan: Ariston

Click to comment
To Top
No announcement available or all announcement expired.