Kesehatan

Masyarakat Diimbau Tak Ragukan Vaksin MR

Konferensi pers Dinas Kesehatan & KB bersama MUI dan Kantor Kemenag Bontang terkait vaksinasi MR (Foto: Aris)
Konferensi pers Dinas Kesehatan & KB bersama MUI dan Kantor Kemenag Bontang terkait vaksinasi MR (Foto: Aris)

Bontang. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes KB) Kota Bontang terus melanjutkan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR), dan kampanye imunisasi di kota bontang juga dilaksanakan intensif bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Terhitung 1 Agustus hingga 30 september 2018 di empat lokasi. Diantaranya posko Kelurahan, Posyandu, Sekolah, dan Puskesmas.

Selain itu Diskes KB bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang juga mengajak masyarakat tak ragu melakukan vaksin MR. Sebab sesuai fatwa MUI pusat, meski dalam proses produksinya menggunakan bahan yang diduga berasal dari babi, namun dengan beberapa pertimbangan penggunaan vaksin dibolehkan.

Dikatakan wakil Ketua MUI Bontang Ustad Jamariah, vaksin MR dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan atau darurat, disebabkan belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci.

“Apalagi ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya, tentang bahaya yang ditimbulkan jika imunisasi tidak diberikan bagi anak,” kata Jamariah, saat konferensi pers di Diskes KB Bontang. Jumat, 31 Agustus 2018.

Kepala Kantor Kementrian Agama Bontang Sulaiman Anwar, turut mendukung adanya vaksin MR yang dinilai memiliki nilai positif bagi tumbuh kembang anak. Bahkan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Bontang terkait pentingnya imunisasi MR.

“Kami juga telah sosialisasikan pentingnya vaksin MR ini, karena berpengaruh pada tumbuh kembang anak,” ujar dia.

Imunisasi MR menurut anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kota Bontang, sekaligus spesialis anak di RSUD Taman Husada Bontang dr Arlita Eka Vivin Puspitasari, sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya penyakit Campak dan Rubella bisa mengakibatkan cacat seumur hidup. Seperti tuli, gangguan otak, radang paru-paru, hingga kebocoran jantung yang bisa berakibat kematian.

Bahkan di Bontang banyak ditemukan penyakit seperti ini, dan tak jarang 40-50 anak dengan cacat bawaan setiap bulannya harus mengikuti terapi di RSUD Taman Husada.

“Vaksin MR aman dan telah digunakan oleh 142 negara, bahkan lebih dari 30 tahun,” papar dr Arlita.

Sekadar Informasi, adanya pro dan kontra imunisasi MR, capaian anak yang diimunisasi pun berpengaruh. Pasalnya dari 48.024 jiwa sasaran imunisasi MR di Bontang, hingga 30 Agustus 2018 imunisasi ini baru terlaksana bagi 10.446 anak atau sekira 21,7 persen.(*)

 

Laporan: Yuli | Aris

  • 38
    Shares
Click to comment
To Top