Budaya

Makna Filosofi Dari Ketupat

Dalam pantun Jawa ada istilah KUPA SANTEN“, Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten yang diartikan (Saya Salah Mohon Maaf). Dari makna itulah yang diartikan sebagai pengampunan didalam ketupat. (FOTO: ISTIMEWA)

OPINI. Umat Islam sebentar lagi merayakan Idul Fitri atau hari raya besar umat Islam. Biasanya masyarakat Indonesia identik dengan makanan yang terbuat dari beras dan dibungkus oleh daun kelapa yang dianyam, yaitu Ketupat.

Ya, ketupat biasanya dihidangkan di saat hari raya lebaran umat Islam. Tapi tahukah kamu. Makna dan filosofi Ketupat?

Ketupat atau kupat sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan, dan Laku Papat artinya empat tindakan.

Dikutip dari idntimes.com bahwa ketupat memiliki filosofi selain makna dari segi bahasa.

  1. Mencerminkan berbagai kesalahan manusia.

Dari segi pembuatannya, ketupat memang sangat sulit dibuat. Hanya orang-orang yang paham cara membuatnya hingga bisa dinikmati. Tapi dari kerumitan pembuatan itulah ketupat menggambarkan sisi berbagai kesalahan manusia dalam kehidupan.

  1. Kesucian Hati

Nah tadi sudah dimaknai bahwa manusi tidak terlepas dari kesalahan. Ketupat menjadi simbol kesucian hati bagi manusia. Saat ketupat dibelah, maka akan terlihat nasi yang putih bersih. Disitulah makna pencerminan hati manusia yang sebenarnya. Bahwa di dalam diri manusia memiliki hati yang suci.

  1. Saling Memaafkan

Dalam menghidangkannya, ketupat biasanya disajikan dengan kuah santan. Dalam pantun Jawa ada istilah KUPA SANTEN“, Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten yang diartikan (Saya Salah Mohon Maaf). Dari makna itulah yang diartikan sabagai pengampunan didalam ketupat.

 

Sejarah Ketupat

Dari cerita yang ada, Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa. Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dianyam, ketupat diisi dengan beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan.

Dari sejarah itulah kini masyarakat Jawa identik dengan ketupat pada saat hari raya Idul Fitri atau lebaran.

Dikutip dari karyacerdas.wordpress.com, Laku Papat itu dartikan beberapa yaitu:

  1. Lebaran

Lebaran bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar.

  1. Luberan

Bermakna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin.

  1. Leburan

Maknanya adalah habis dan melebur. Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kita akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

  1. Laburan

Berasal dari kata labor atau kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain.

Lebaran akan selalu identik dan disediakan ketupat bagi umat muslim di Indonesia secara umum dan di masyarakat Jawa secara khusus. Ini membuktikan budaya akulturasi dari masyarakat Indonesia.

Di Bontang sendiri, banyak tempat yang mnyediakan ketupat atau papat. Biasanya ketupat dijual di pasar-pasar Tradisional yang ada di Bontang seperti pasar Citra Mas Loktuan, Pasar Rawa Indah dan pasar Telihan Bontang.

Itu tadi beberapa penjelasan makna dan filosofi dari ketupat.

Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H bersama sanak keluarga.

Penulis: N Yahya Yabo

Click to comment
To Top