Close UP Profil

Listion Indriyatworo : Anggota TNI AD Harus Patuh Hukum

“Satya Wira Wicaksana menjadi seloka (Corps Device) Polisi Militer yang kami pegang teguh. Tugas pokok Polisi Militer Angkatan Darat adalah menyelenggarakan pemeliharaan penegakan hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI AD. Termasuk disini, di Kota Bontang” Lettu. CPM Listion Indriyatworo.

Bontang. Bagi kota Bontang, keberadaan Polisi Militer yang berada dalam satuan Subdenpom VI/02 Bontang memiliki nilai penting dan strategis. Saat ini, Subdenpom VI/02 Bontang dipimpin oleh Lettu CPM Listion Indriyatworo.

Di bawah kepemimpinan pria kelahiran Semarang, 29 Januari 1975 ini, Subdenpom VI/02 Bontang menjalankan tugas pokok polisi militer Angkatan Darat yaitu menyelenggarakan pemeliharaan penegakan hukum disiplin dan tata tertib di lingkungan dan bagi kepentingan TNI AD yang berada di Bontang.

“Tugas kami sama seperti Kepolisian bagi masyarakat sipil. Namun, yang kami lakukan adalah tugas Polisi Militer bagi masyarakat militer, khususnya di lingkungan TNI AD.” Ujar pria yang akrab dipanggil pak Listion ini.

Selepas pendidikan menengah, Lettu CPM Listion Indriyatworo pernah berniat melanjutkan kuliah, namun jiwa militer dari orang tuanya memotivasinya untuk mengabdi melalui jalur militer.

Menjalani dinas pertama di Semarang, ia kemudian pindah ke Salatiga dan di kota ini pula ia dipertemukan dalam ikatan pernikahan dengan Ratih Ika Prasetyaningsih, SE.

Dikaruniai putrid pertama bernama Khalila Fathika Ramadhani saat ia bertugas di Salatiga. Karier militernya kemudian berlanjut di Balikpapan selama 4 tahun dan di kota ini pula ia dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Fahrezi Indra Raffasya.

Karier militernya pun terus berlanjut hingga bertugas di kota Bontang sebagai Komandan Subdenpom VI/02 Bontang sejak tanggal 03 Oktober 2012.

Menurutnya, Bontang merupakan salah satu kota yang cukup kondusif, baik dilihat dari perilaku masyarakat sipil maupun militer. Pelanggaran TNI di kota Bontang terhitung sedikit atau jarang. “Walaupun ada, sifatnya kecil-kecil jika dibandingkan di Jawa atau di Balikpapan saat saya bertugas dulu.