Pemerintah

Kurangi Sampah Plastik, Pemkot Bontang Segera Terbitkan Perwali

Sampah plastik cemari hingga pelabuhan di Tanjung Laut Bontang Selatan (Foto: dok PKTV)
Sampah plastik cemari hingga pelabuhan di Tanjung Laut Bontang Selatan (Foto: dok PKTV)

Bontang. Berbagai upaya mengurangi sampah plastik terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang. Dalam waktu dekat, Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) khusus tentang larangan penggunaan kantong plastik, yang akan launching pada HUT Bontang Oktober 2018 mendatang.

Perwali tersebut akan disosialisasikan terlebih dulu kepada para pelaku usaha waralaba, agar tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk seluruh belanjaan konsumen. Dan para konsumen dapat beralih menggunakan tas daur ulang (Recycle)

Dikatakan Wali Kota Neni Moerniaeni, sampah plastik saat ini menjadi persoalan krusial, lantaran tidak bisa terurai. Bahkan ketika di buang ke laut atau sungai.

Maka dari itu adanya Perwali tersebut diharap menjadi payung hukum Pemkot Bontang, dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Upaya ini sekaligus mengubah pola pikir masyarakat, untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Wali Kota.

Ditambahkannya, tak hanya sampah berupa kantong plastik, botol, dan tas. Sedotan dan styrofoam juga akan diatur dalam Perwali, serta tidak lagi dibolehkan. Lantaran benda tersebut juga tidak dapat terurai.

“Ada 3 perwali yang akan diterbitkan, yakni mengurangi sampah plastik dengan tidak menggunakan tas plastic, Styrofoam, dan sedotan,” tambah Neni.

Selain itu, saat launching Perwali, Pemerintah juga akan membagikan e-Bottle kepada seluruh pegawai di lingkup Pemkot Bontang. Botol tersebut bisa dibawa kemana pun, dan bisa diisi air karena setiap kantor akan menyediakan dispenser.

“Targetnya, kedepan tidak ada lagi penggunaan botol minuman dalam merk apapun,” pungkas Neni. (*)

 

Laporan: Sary | Faisal

Click to comment
To Top
No announcement available or all announcement expired.