Pilkada

KPU Bontang Tetapkan DPT 114.111 Pemilih

Pleno penetapan DPT oleh KPU Bontang (Foto: Faisal)
Pleno penetapan DPT oleh KPU Bontang (Foto: Faisal)

Bontang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 sebanyak 114.111 pemilih.

Jumlah ini mengalami penambahan 388 pemilih, dari jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 113.723 pemilih.
Penetapan rekapitulasi DPT Pilgub Kaltim dilaksanakan KPU Bontang melalui pleno terbuka di Hotel OakTree. Kamis, 19 April 2018.

Dari total 114.111 pemilih, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 59.447 orang, dan pemilih perempuan 54.664 orang. Dengan 275 Tempat Pemunguta Suara (TPS)

“Jumlah pemilih terbesar berada di Kecamatan Bontang Utara sebanyak 49.978 pemilih,” ujar Ketua Kpu Bontang Suardi.

Sementara Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bontang Agus Susanto, menjelaskan pihaknya menemukan ada beberapa warga yang sudah melakukan perekaman KTP-el tapi belum tercantum dalam data pemilih.

Baca Juga: Wawali Basri: Pemutakhiran Data Pemilih Upaya Tekan Golput

Maka dari itu panwas meminta KPU beserta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang segera melakukan crosscheck terhadap data tersebut.

“Hal ini demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” kata Agus.

Hadi dalam kesempatan itu perwakilan dari empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, dan meminta salinan data pemilih ganda yang dicoret KPU mulai tingkat TPS, Kelurahan, hingga Kecamatan.

Pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS-HP) dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ini sempat diwarnai ketegangan, lantaran perbedaan pendapat proses pencoretan ribuan pemilih ganda antara KPU dan Panwaslu, dengan tim pemenangan tiap paslon yang hadir.

Meski demikian, sejumlah masukan untuk peningkatan keakuratan DPT turut disampaikan, dengan catatan tim pemenangan agar masalah administrasi yang terjadi dalam proses pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih, jangan sampai menghilangkan hak konstitusional warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.(*)

 

Laporan: Sary | Faisal

  • 8
    Shares
Click to comment
To Top