Pemerintah

Ketangkap Ngoteng dan Ngelem Langsung Digundul

Beberapa remaja dihukum Push Up saat kedapatan pesta minuman oplosan beberapa waktu lalu (Foto: Yuli)
Beberapa remaja dihukum Push Up saat kedapatan pesta minuman oplosan beberapa waktu lalu (Foto: Yuli)

Bontang. Wakil Walikota sekaligus Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang Basri Rase, menyebut pihaknya akan menerapkan hukuman gundul ditempat terhadap pelaku kenakalan remaja, jika kedapatan mengkonsumsi minuman oplosan. Seperti ngoteng atau obat batuk dicampur minuman berenergi, alcohol, hingga ngelem.

Hal ini sebagai efek jera bagi pelaku, khususnya remaja bawah umur yang akhir-akhir ini banyak diamankan lantaran kedapatan mabuk-mabukkan akibat minuman oplosan dan ngelem.

Saat tertangkap, aparat dan pemerintah hanya bisa memberi pembinaan dan arahan yang seakan tak memberi efek jera. Sehingga para ramaja ini kerap mengulang perbuatannya.

“Makanya usulan menggundul kepala dirasa tepat, sebelum ada aturan resmi terkait sanksi bagi aktivitas menyimpang para remaja ini,” kata Basri.

Ia berharap peran pengawasan orangtua dapat terus ditingkatkan di lingkungan rumah tangga. Agar dapat menghindari pergaulan yang salah, dan menjerumuskan pada hal yang berpotensi merusak masa depan.

“Pengawasan orangtua sangat penting, utamanya dalam membatasi pergaulan anak jika ada indikasi hal yang menyimpang,” tandasnya.

Diketahui, hampir setiap pekan Kepolisian maupun Satpol PP menemukan remaja yang gemar mengkonsumsi minuman oplosan, tanpa mengetahui dan memikirkan dampak buruk jika dikonsumsi terus-menerus.(*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Click to comment
To Top