Hukum

Kejari Bontang Tetapkan Empat Tersangka Kasus Eskalator DPRD

Eskalator DPRD Bontang

Bontang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan eskalator di gedung DPRD Bontang, senilai Rp 2,9 miliar, tahun anggaran 2015. Penetapan tersangka setelah Kejari Bontang menggelar ekspos kasusu di gedung Satuan Petugas Khusus Kejati Kaltim, Jl Bung Tomo Samarinda, Jumat (11/8).

Diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Acin Muksin, hasil ekspos dihadiri Wakajati, para asisten, koordinator, kasi penkum, jaksa jaksa senior, serta satgasus dan tim penyidik Kejari Bontang. Menyimpulkan telah terpenuhi alat bukti dan menetapkan empat tersangka.

“Untuk TSK sementara sebanyak empat orang, yaitu FR (PPK/Sekwan), Kml (PPTK), Sm (Penyedia Barang/Rekanan), Ngh (Subkon Penyedia/Subkon Rekanan)‎,” ungkap Acin melansir Tribunkaltim.co

Dari hasil penyidikan ini lanjut Acin, Kejati Kaltim memberikan batas waktu sepuluh hari untuk mendalami dan melengkapi proses penyidikan.

“Sampai tanggal 21 Agustus 2017, untuk pendalaman dan menyempurnakan melengkapi penyidikan,” lanjutnya.

Selain itu, Kejati Kaltim kata Acin, juga meminta Tim Penyidik Kejari Bontang melakukan upaya paksa tahap penyidikan, untuk memudahkan melengkapi alat bukti dan barang bukti.

“Melakukan pengeledahan. Itu hasil ekspos yang harus dilaksanakan oleh Kejari Bontang,” tambahnya.

‎Untuk diketahui, proyek pengadaan ekskalator di DPRD Bontang yang dialokasikan sebesar Rp 2,9 miliar ini, diduga ada indikasi mark up harga pengadaan, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,4 miliar. (*)

 

Laporan: Tim Liputan Pktv

Click to comment
To Top