Hukum

Kasus Korupsi KONI Inkrah, Kejari Bontang Sita Uang Rp 2,5 Miliar

Eksekusi uang hasil sitaan kasus KONI Bontang oleh Kejari untuk disetor ke kas Negara (Foto: Nasrul)
Eksekusi uang hasil sitaan kasus KONI Bontang oleh Kejari untuk disetor ke kas Negara (Foto: Nasrul)

Bontang. Kejaksaan Negeri Bontang mengeksekusi uang sitaan senilai Rp 2,5 Miliar, dari perkara korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)Bontang tahun anggaran 2013. Perintah eksekusi uang sitaan sesuai amar putusan Mahkamah Agung (MA) RI, dari terpidana Udin Mulyono, mantan Ketua KONI Bontang. Disetorkan ke Kantor cabang BRI Bontang untuk diserahkan ke kas negara.

Kepala Kejaksaaan Negeri Bontang Agus Kurniawan, mengatakan eksekusi uang sitaan tersebut langsung di Kantor BRI Cabang Bontang, disaksikan sejumlah tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim Pidana Khusus Kejari Bontang.

“Seluruh uang sitaan tersebut selanjutnya akan diserahkan ke kas negara, dengan penyetoran melalui BRI Cabang Bontang,” kata Agus.

Udin Mulyono divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda pada 19 Juli 2017, dengan hukuman 3 tahun penjara. Namun jaksa penuntut umum langsung menyatakan banding. Meskipun Udin sudah mengembalikan Rp 2,5 Miliar dan 1 unit mobil CRV. Dan hasil putusan banding, Udin Mulyono dikenakan hukuman 5 tahun penjara.

Sementara hasil putusan kasasi memperkuat putusan banding, Udin Mulyono dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Bontang senilai Rp5.662.500.000.

Putusan tersebut terkait perkara tersebut terdiri dari beberapa amar putusan, diantaranya pidana penjara 5 tahun, denda Rp 200 Juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp 2.997.500.000 subsider 1 tahun penjara.

Dan MA juga memerintahkan uang Rp 2,5 Miliar ditambah harga mobil jenis Honda CR-V senilai total Rp 2.665.000.000 disetor ke kas negara. (*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul

Click to comment
To Top