Berita Kota

Jadi Kawasan Industri, Warga Lok Tunggul Akan Direlokasi

Pansus Perda RTRW bersama tim Bapelitbang serta Pj Sekda saat kunjungan lapangan kawasan yang masuk peruntukkan industri (foto: tim liputan pktv)

Bontang. Ribuan warga dari 200 Kepala Keluarga RT 13, RT 14, dan RT 15 yang bermukim di wilayah Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, akan direlokasi.

Rencana relokasi tersebut dilakukan menyusul dengan penetapan wilayah Lok Tunggul sebagai kawasan peruntukkan industri pada Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bontang, yang saat ini tengah digodok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Panitia Khusus (Pansus) RTRW Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang.

Hal tersebut terungkap saat Pansus RTRW melakukan kunjungan lapangan ke Lok Tunggul dan lapangan terbang layang Kelurahan Bontang Lestari, bersama pemkot pada Minggu (21/7/2019). Rencana tersebut ditarget rampung sebelum pelantikan anggota DPRD periode 2019-2024 digelar.

Ketua Pansus RTRW Muslimin mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut pembahasan materi Raperda RTRW, yang mana dalam raperda tersebut turut dibahas terkait penetapan kawasan peruntukkan industri.

Sementara itu Kasubag Tata Ruang dan Pertanahan Bapelitbang Bontang Fakhrie menjelaskan, rencananya lokasi ini disiapkan sebagai pusat industri kota Bontang dengan luasan lahan 860 hektar.

“Namun dari luasan yang ditetapkan baru sekitar 64 hektar lahan yang menjadi milik pemerintah, sedangkan sisanya masih milik masyarakat setempat,” jelasnya.

Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Agus Amir yang ikut serta dalam kunjungan tersebut menegaskan pemerintah tentunya tidak akan lepas tangan begitu saja terhadap nasib warga yang terkena dampak dari penetapan kawasan peruntukkan industri ini. Pasalnya, jika nantinya ada investor masuk dan bersinggungan dengan lahan warga, pihaknya sudah menyiapkan solusi.

“Salah satunya dengan memindahkan warga ke rusunawa atau rusunami yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga saat ini, mengingat sumber penghidupan warga yang tidak bisa jauh dari laut lantaran mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan,” ungkpanya.

Adapun di kawasan tersebut sudah masuk beberapa investor, salah satunya yakni pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit yang saat ini masih dalam proses penyelesaian perizinan. Dan juga megaproyek kilang minyak yang juga bakal berada di kawasan peruntukkan industri tersebut.

Laporan: Tim Liputan PKTV

Click to comment
To Top