Berita Kota

Idap Penyakit Paru-Paru dan Gizi Buruk, Ahmat Alfiansyah Butuh Bantuan Anda

Bontang. Ahmat Alfiansyah, bocah satu tahun tiga bulan ini harus di rawat intensif di RSUD Taman Husada Bontang, lantaran menderita  gizi buruk. Usianya tidak sebanding dengan berat tubuh yang hanya 5 kilogram saja. Belum lagi, ditambah penyakit paru-paru pun diidapnya. Membuat bocah malang ini hanya bisa menghabiskan hari-harinya diatas ranjang pasien.

Tubuhnya kurus, anak tunggal dari pasangan Awaludin dan Andi Ayu ini juga tidak sadarkan diri. Ia hanya bertahan dengan bantuan alat-alat medis yang dipasang perawat kesehatan RSUD.

Lebih menyedihkan lagi, bocah kelahiran Bontang 25 September 2015 ini hanya dirawat oleh sang ayah Awaluddin. Lantaran ibunya Andi Ayu juga tengah terbaring tak berdaya dan turut dirawat di RSUD Taman Husada pada lantai yang berbeda, karena penyakit paru-paru.

Awaluddin yang dijumpai di ruang Cempaka RSUD Taman Husada menuturkan, sudah setengah bulan ini putranya menderita sakit dan tak sadarkan diri. Awalnya ia merasa Ahmat hanya sakit panas biasa, namun semakin hari kondisinya semakin memburuk dengan bobot yang semakin menurun.

“Setelah dirawat baru bobot anak saya bisa naik satu kilogram, dari semula hanya 4 kilogram saja,” ujar Awaluddin.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah yang saat ini menggambarkan kondisi Awaluddin dan keluarga. Belum selesai permasalahan anak dan istri yang kini tengah dirawat, kesedihan Awaluddin ditambah dengan kondisi keuangan keluarga. Sebab, satu bulan lebih ia tidak lagi bekerja sebagai kuli bangunan lantaran sibuk merawat buah hati dan istri tercintanya.

Ia pun kesulitan dalam biaya perawatan bagi obat sang buah hati. Apalagi tanpa jaminan kesehatan.

Awaluddin mengaku, kartu identitasnya kini ia pakai untuk bisa menebus obat bagi putranya. Sebab Ahmat Alfiansyah tidak memiliki jaminan kesehatan, karena belum memiliki akta kelahiran. Hal ini mengingat ia dan istrinya sebelumnya hanya menikah siri.

Jangankan untuk membeli obat, membeli susu dan makanan bagi Ahmat pun ia hanya mengandalkan jatah rumah sakit. Jika si kecil lapar, terkadang ia hanya memberikan air putih sembari menunggu jatah makanan rumah sakit.

Terkadang biaya perawatan dan obat dibantu oleh perawat dan Dokter RSUD Taman Husada Bontang yang selama ini sangat baik dan menaruh perhatian pada ia dan keluarga kecilnya itu.

Ironisnya, untuk memmbayar sewa kontrakan saja, ia kini juga tidak mampu karena hari-harinya habis untuk merawat istri dan anaknya itu. Sehingga memaksa dirinya tidak bekerja hingga tak berpenghasilan.

“Saya hanya bisa berdoa segala cobaan ini bisa saya lalui dengan baik,” ungkapnya lirih.

Saat ini Ahmat Alfiansyah menjadi klien Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial Kota Bontang. Penjangkau LK3 Bontang Tri Lelonowati mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah mendapat kabar terkait keluarga Awaluddin ini.

LK3 Bontang kata Tri, tengah berupaya untuk memfasilitasi Ahmat segera mendapatkan akte kelahiran dan jaminan kesehatan. Pasalnya, jika menyangkut pembiayaan, LK3 pun tengah kesulitan sehingga akan dialihkan ke Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Ahmad baru masuk dalam jangkauan LK3 mulai Jumat (6/1/17) lalu. Sebab kami juga baru tahu ada seperti ini,” terangnya.

Saat ini, Ahmat Alfiansyah membutuhkan donor darah golongan O. Pun membutuhkan uluran tangan anda untuk biaya perawatan dan obat-obatan yang sangat terbatas bisa dijangkau keluarga.

Kami mengajak anda ikut berpartisipasi dalam program Warta Untuk Sesama dari PKTV Bontang. Salurkan bantuan anda, guna meringankan beban saudara kita yang membutuhkan. Melalui rekening Mandiri Pktv Peduli : 148 001 256 2230. atau datang langsung ke kantor PKTV, Jalan Alamanda Lantai II Komplek GOR PC VI PT Pupuk Kaltim – Tlp : (0548) 23444. Bantuan anda, secercah harapan untuk mereka. (*)

 

Laporan : Yuli & Nasrul