Kesehatan

Hingga Februari 2018, Ada Tujuh Kasus Difteri di Bontang

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang Diana Nurhayati (Foto: Yuli)

Bontang. Selain instruksi Kementerian Kesehatan terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Difteri, faktor lain yang mendasari Outbreak Respons Immunization (ORI) bagi 62.184 pelajar di kota Bontang, yakni mulai menjangkitnya penyakit tersebut belakangan ini.

Sejak Desember 2017 hingga Februari 2018, tercatat ada tujuh pasien yang diduga mengidap difteri, dan tengah dalam penanganan medis.

Diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang Diana Nurhayati, dalam penanganannya, tujuh pasien tersebut sementara ini telah mendapat serum anti-difteri (ADS) dari Rumah Sakit.

“Desember lalu ada satu pasien, Januari satu pasien lagi. Dan awal Februari bertambah lima orang, sehingga total 7 pasien,” ujarnya.

Baca Juga: ORI Difteri Serentak, Sasar 62 Ribu Lebih Pelajar Bontang

Berdasarkan jumlah tersebut, Pemerintah Kota Bontang pun mendorong dilaksanakannya ORI dengan ketentuan pemberian, yakni vaksin DPT-HB-HIb untuk anak usia 1-5 tahun, vaksin DT untuk usia 5-7 tahun, dan vaksin TD untuk usia 7-19 tahun.(*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Click to comment
To Top