Berita Kota Kesehatan Topik

Hati –  Hati, Kerokan Penyebab Stroke

Kerokan merupakan salah satu penyembuhan tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu. Biasanya, kerokan ini menggunakan sebuah koin lalu digosokkan ke bagian tubuh yang diinginkan sambil diolesi balsem.

Kerokan sendiri biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai mecam penyakit seperti masuk angin, nyeri, mual, hingga pegal-pegal. Walaupun sudah banyak orang yang mengatakan bahwa, kerokan ini memberikan efek yang baik bagi tubuh, namun sebaiknya Anda tetap harus menghindari untuk mengerok pada sisi leher.

Hal tersebut lantaran, kerokan pada leher terdapat banyak saraf yang cukup peka. Bila terdapat saraf yang rusak, maka dapat berpotensi menyebabkan stroke. Tidak percaya? berikut penjelasannya ;

Efek dari kerokan ini dapat dikatakan cukup instan, karena setelah selesai melakukan kerokan maka tubuh akan langsung terasa enak. Dan hal itu terjadi pada seluruh tubuh yang dikerok dimana tubuh yang dikerok akan berwarna merah hingga kehitaman. Jika berwarna kehitaman itu pertanda bahwa sakit anda mulai menyerang.

Walaupun sudah banyak yang mengatakan bahwa kerokan ini memberikan efek yang baik bagi tubuh, namun sebaiknya anda tetap harus menghindari untuk mengerok pada sisi leher. Karena pada leher terdapat banyak saraf yang cukup peka. Bila terdapat saraf yang rusak maka dapat berpotensi menyebabkan stroke. Apalagi jika sudah berusia lanjut maka sangat tidak disarankan untuk mengerok pada bagian sisi leher.

Menurut DR. Dr. Budhi Setianto, Sp. JP, yang merupakan dokter spesialis jantung ” kebiasaan kerokan di sekitar leher dapat mengkibatkan stroke apabila ada saraf yang rusak”. Lalu bagaimana caranya agar dapat kerokan dengan aman? Cukup kerokan pada sepanjang punggung juga bahu tanpa harus mengerok bagian belakang leher.  Selain itu juga alur kerokan sangat disarnkan untuk mengikuti motif tulang ikan. Menurut beberapa studi cara ini berhasil menyembuhkan penyakit, karena dengan mengikuti motif tulang ini ada titik-titik akupuntur dan juga meridian yang dilewati. (Viva.co.id)

 

Editor : Kartika Anwar

 

  • 28
    Shares