Pilkada

Hasil Coklit, Jumlah Pemilih Bontang Berkurang

Kantor KPU Bontang (Foto: Ervi)

Bontang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang akhirnya menyelesaikan proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit), terhadap data Daftar Pemilih Potensial Peserta Pemilu (DP4), yang berlangsung mulai 20 Januari hingga 18 Februari 2018.

Dari proses tersebut, KPU Bontang menemukan jumlah data pemilih mengalami pengurangan dibanding Pilkada 2015 lalu.
Dikatakan Komisioner KPU Erwin, saat ini tercatat jumlah pemilih potensial di Bontang sebanyak 114.074 pemilih, atau berkurang 18.581 pemilih dari tahun 2015 yang mencapai 123.812 pemilih.

“Jumlah total tersebut sudah termasuk daftar pemilih baru, yang mencapai 8.843 pemilih,” kata Erwin saat ditemui Pktv Bontang, Kamis (1/3) pagi.

Ditambahkannya, pengurangan jumlah pemilih dari hasil coklit, salah satunya dikarenakan adanya warga yang meninggal dunia dan pindah alamat. Namun tidak ada laporan ke RT ataupun Kelurahan.

Selain itu juga ditemukan warga yang telah mempunyai hak pilih, tapi belum mengantongi KTP Elektronik (KTP-el) atau surat keterangan telah melakukan perekaman data, sebanyak 104 warga. Sehingga belum tercatat dalam DP4 saat coklit digelar.

“Tapi KPU tetap mengakomodir warga tersebut, untuk dimasukkan sebagai daftar pemilih baru. Dan akan menyampaikan temuan ini ke Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Bontang,” tambahnya.

Namun demikian, ditegaskan Erwin, data pemilih hasil coklit ini belum fix. Lantaran masih dalam proses rekapitulasi. Hasil akhir akan diumumkan KPU melalui pleno hasil coklit di tingkat Kelurahan pada tanggal 5-7 Maret 2018.

Selanjutnya di tingkat Kecamatan pada 8-9 Maret 2018, dan pleno tingkat kota pada 10-16 Maret 2018.

“Hasil pleno tingkat kota inilah yang akan ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS) nantinya,” pungkas Erwin.

Diketahui, KPU Bontang mengerahkan 453 petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP), untuk mendatangi warga secara door to door dan mencocokan data di satu keluarga dengan data DP4.

Coklit dilakukan untuk menyusun dan memperbaiki daftar pemilih, agar mendapatkan data akurat untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, pada Juni 2018 mendatang.(*)

 

Laporan: Sary | Ervi

Click to comment
To Top