Penutupan bimtek dan sertifikasi budidaya KJA Pupuk Kaltim (Foto: Mansur)
Corporate

Gelar Bimtek dan Sertifikasi, PKT Dorong Pengembangan Budidaya KJA

Bontang. Bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan budidaya ikan melalui keramba jaring apung, sekaligus uji kompetensi dan sertifikasi pembudidaya yang digelar Pupuk Kaltim melalui program Creating Shared Value (CSV), resmi berakhir Rabu 20 Desember 2017.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dibagi pada dua tempat, yakni mulai 13 hingga 15 Desember berlangsung materi di gedung diklat Kantor Pusat PKT, lalu 18 hingga 19 Desember 2017 pelatihan berlangsung di lokasi keramba jaring apung (KJA).

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan untuk memberikan pelatihan teknis tentang budidaya ikan dalam keramba jaring apung, serta merawat keramba jaring apung dengan sistem yang benar dan terkontrol.

“Kami harap peserta pelatihan dapat memahami dan mengerti tata cara budidaya ikan yang baik, karena kedepannya ada harapan untuk menjadikan Bontang sebagai pengekspor ikan kerapu dan udang lobster,” ujar Muhtar, Ketua Koperasi Nelayan Bontang Etam Maritim, sekaligus pelaksana pelatihan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang Aji Erlinawaty, menyampaikan apresiasi kepada Pupuk Kaltim yang telah menggelar dan memfasilitasi kegiatan ini.

Diakuinya materi yang disampaikan narasumber selama pelatihan dan Bimtek, sangat penting untuk dipelajari para nelayan KJA di Kota Bontang.

“Sebab keberhasilan dan kegagalan budidaya keramba jarring apung sangat bergantung dari tingkat pengetahuan teknis dan manajemen pengelolaannya,” kata Aji Erlinawaty.

Sementara Ketua Tim CSV Pupuk Kaltim Sri Djuwani Ekowati, mengatakan pelatihan selama enam hari ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta.Sserta dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sekaligus mendorong upaya Koperasi Bontang Etam Maritim selaku mitra binaan Pupuk Kaltim, untuk menjadi pengekspor kerapu dan udang lobster di Kota Bontang.

“Begitupun untuk hasil produksi kedepannya juga lebih baik, melalui penerapan pengetahuan yang didapat selama pelatihan dilaksanakan. Sehingga budidaya keramba jaring apung Bontang dapat dijadikan pusat belajar dan pelatihan bagi daerah lainnya,” papar Ekowati.

Sekedar Informasi, materi bimtek dan uji sertifikasi kompetensi peserta disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), meliputi teknik merawat keramba jaring apung, teknik menebar benih ikan di keramba jaring apung, dan teknik monitoring parameter kualitas air.(*)

 

Laporan: Ervi | Mansur