Corporate

Gandeng PII, Pupuk Kaltim Target Insinyur Professional Tersertifikasi

Lokakarya Sertifikasi Insinyur Professional (LSIP) Pupuk Kaltim, bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (Foto: Humas PKT)
Lokakarya Sertifikasi Insinyur Professional (LSIP) Pupuk Kaltim, bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (Foto: Humas PKT)

Bontang. Pupuk Kaltim terus berupaya meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memberi jaminan kualitas produksi, melalui kualifikasi tenaga teknis (engineer) profesional dengan kelayakanyang sesuai standar. Salah satunya mewajibkan seluruh karyawan yang terlibat langsung dalam teknis operasional perusahaan dapat bersertifikasi, berdasarkan acuan yang disepakati dalam Mutual Recognition Arrangements (MRA) di lingkungan Asean.

Memenuhi hal tersebut, Pupuk Kaltim menggelar Lokakarya Sertifikasi Insinyur Professional (LSIP), bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Kegiatan diikuti 120 peserta dari internal perusahaan dengan latar belakang Sarjana Teknik, serta beberapa perwakilan perusahaan di Kota Bontang. Berlangsung di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Rabu, 11 April 2018.

“Lokakarya ini dikhususkan bagi karyawan dengan masa kerja minimal 5 tahun, dengan target sertifikasi sesuai standar uji kompetensi,” kata ketua panitia lokakarya Jaka Kirwanto.

Melalui kegiatan ini, Pupuk Kaltim serta perusahaan yang bergerak dalam industri kimia di Kota Bontang diwajibkan melakukan sertifikasi seluruh karyawan yang terlibat langsung dengan aktivitas teknis operasional, sesuai amanat Undang-undang nomor 11 tahun 2014 tentang keinsinyuran.

Dijelaskan Sekjen Badan Kejuruan Kimia PII Sumantri Ishak, karyawan dengan sertifikasi akan memiliki kompetensi yang lebih professional secara administrasi, serta rekam jejak bekerja yang lebih rapi dan terpublikasi. Sesuai akreditasi Persatuan Insinyur Indonesia.

“Sertifikasi juga akan memudahkan karir karyawan, sekaligus menjadi salah satu jaminan kelangsungan bisnis perusahaan kedepannya,” ujarnya.

Sementara Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho, menargetkan seluruh karyawan dengan kualifikasi teknis, tersertifikasi sesuai standar. Mengingat aktivitas perusahaan yang bergerak dalam bidang industri berskala Internasional, juga harus ditopang tenaga professional yang andal dan berkompeten.

Disamping itu, adanya sertifikasi juga sebagai hal konkret dalam mengumpulkan pengalaman karyawan di bidang keinsinyuran, untuk diakui secara professional. Sehingga turut mendorong daya saing perusahaan ditengah kompetisi industri dan bisnis.

“Kami ingin karyawan Pupuk Kaltim tak hanya diakui di lokal, namun juga skala Internasional. Selain aktivitas teknis bisa dipertanggungjawabkan secara perdata maupun profesionalitas,” ungkap Satriyo.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Jamin Kualifikasi Engineer Penuhi Standar Kompetensi

Dari target tersebut, Pupuk Kaltim lanjut Satriyo, secara konsisten akan mewajibkan seluruh karyawan tersertifikasi, khususnya yang terlibat dalam aktivitas teknis seperti operasi, pemeliharaan, hingga perancangan. Agar seluruh kinerja dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Kedepannya, sertifikasi engineer ini menjadi sebuah keharusan di Pupuk Kaltim,” pungkasnya. (*)

 

Laporan: Aris

Click to comment
To Top