Bessai Berinta

Elpiji 3 Kg Makin Susah, Warga Rela Antre Mulai Subuh

Antrean warga pada salah satu pangkalan di Tanjung Laut (Foto: Nasrul)
Antrean warga pada salah satu pangkalan di Tanjung Laut (Foto: Nasrul)

Bontang. Tingginya kebutuhan elpiji sejak Ramadan 1439 Hijriah, terlihat dari panjangnya antrean masyarakat di sejumlah pangkalan gas, yang bahkan rela datang sejak subuh untuk gas elpiji 3 kilogram.

Salah satunya terlihat pada pangkalan gas elpiji 3 Kg di Jl Jenderal Sudirman Kelurahan Tanjung Laut Bontang Selatan. Jumat, 25 Mei 2018.

Pangkalan gas pun terpaksa memberlakukan sistem kupon, agar penyaluran gas melon bersubsidi tersebut bisa merata sekaligus mengantisipasi kecurangan pembelian.

“Saya sudah ngantri mulai jam 6 pagi. Sering begini akhir-akhir ini mbak, karena susah dapat gas 3 Kg sekarang,” ujar Udin, salah satu warga Berebas Tengah.

Ia pun mengeluhkan panjangnya antrean akibat keterbatasan pasokan gas melon di sejumlah pangkalan. Sehingga aktifitasnya terganggu lantaran kerap mengantre.

“Kami minta Pemerintah bisa mencarikan solusi, agar kami tak perlu antre terus bisa dapat tabung gas,” tandasnya.

Sementara Hartono, pemilik pangkalan gas elpiji mengatakan pihaknya berinisiatif menggunakan kupon antrean, agar masyarakat dapat lebih tertib dan lebih merata. Sebab satu kepala keluarga, dijatah 1 tabung gas melon.

Kondisi ini terpaksa ia lakukan sejak satu bulan terakhir, akibat terbaginya stok ke setiap pangkalan.

“Saya cuma dapat jatah 120 sampai 180 tabung tiap harinya. Sementara permintaan lebih tinggi dari itu, Makanya kami berlakukan sistem kupon biar merata penyalurannya,” ungkapnya.

Sementara untuk harga jual pangkalan lanjut Hartono, dijual seharga Rp18,000.00 dengan jam buka mulai pukul 06.30 Wita setiap hari. (*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul

Click to comment
To Top