Bessai Berinta

Ekskavator Amfibi Rp 4.2 M Jadi Alat Penunjang Program Kali Bersih

Ekskavator amfibi milik dinas lingkungan hidup (foto:aris)
Ekskavator amfibi milik dinas lingkungan hidup (foto:aris)

Bontang. Ekskavator amfibi dengan nilai ecatalog Rp 4,2 miliar milik dinas lingkungan hidup Kota Bontang, akan jadi alat penunjang penanganan normalisasi dan restorasi sungai dalam kota hingga akhir tahun 2019.

Pejabat sekretaris daerah, Agus Amir yang juga menduduki posisi kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang mengatakan. Alat berat yang dimiliki dengan nilai ecatalog Rp 4,2 miliar asal Jepang ini dirasa sangat efektif menunjang penanganan dan normalisasi restorasi sungai dalam kota hingga akhir tahun 2019.

Ia menjelaskan bagaimana cara kerja alat berat ini sangat sederhana, sebab operator cukup duduk santai di tempat kemudi, tangan operator hanya memegang kemudi yang tak jauh beda dengan excavator yang lainnya dan lengan ekskavator amfibi ini dapat menjangkau kedalaman sekira 3 meter.

“Dengan sekali kerukan dapat menampung 0,7 kubik sedimen sehingga terlihat cepat untuk membersihkan sungai dari sampah – sampah yang menghambat,” kata Agus Amir.

Ditambahkan Agus Amir, meskipun kini DLH ditunjang dengan alat baru berupa ekskavator amfibi yang terbilang efektif dan efisien, diakui pihaknya masih terkendala dengan beberapa segmen yakni terkendala waktu dalam pergeseran alat saat menyusuri sungai, dimana banyaknya jembatan kayu yang menjadi penghalang untuk alat berat menyusuri sungai saat melakukan pengerukan sedimen normalisasi dan restorasi sungai. (*)

Laporan: Ariston Rajab

 

Click to comment
To Top