Corporate

Dukung Daya Saing Produk Mitra Binaan Melalui Penerapan SNI

Sosialisasi SNI bagi mitra binaan Pupuk Kaltim (Foto: Humas PKT)
Sosialisasi SNI bagi mitra binaan Pupuk Kaltim (Foto: Humas PKT)

Bontang. Pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI), menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas dan mutu produk yang dihasilkan, agar lebih kompetitif serta memiliki daya saing tinggi di pasaran. Penerapan SNI juga menjadi tolak ukur sekaligus jaminan dari produsen untuk melindungi konsumen selaku pengguna.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur, dengan menggelar sosialisasi penerapan SNI bagi produk mitra binaan, diikuti 50 peserta dari berbagai usaha.

Kegiatan berlangsung di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim, menghadirkan dua narasumber dari Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jumat, 6 April 2018.

Melalui sosialisasi yang digelar Departemen CSR ini, seluruh produk mitra binaan Pupuk Kaltim diharap dapat mengimbangi dan mendukung persaingan pasar yang lebih sehat kedepannya. Selain produk lokal juga didorong dapat lebih berperan, seiring peningkatan kualitas dan jaminan mutu yang terukur.

“Kami harap ini bisa menjadi perhatian mitra binaan Pupuk Kaltim, sehingga produk lebih berdaya saing dengan peningkatan kualitas yang sesuai standarisasi,” ujar Muhammad Ridwan, Kepala Seksi ILMEA Diskop-UKMP, mewakili Pemerintah Kota Bontang.

Ia pun menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan kali pertama digelar ini, sebagai upaya menumbuhkan geliat produk lokal yang lebih berkualitas dan mampu bersaing ditengah gempuran produk luar yang semakin marak seiring pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Dengan SNI, kami harap produk lokal bisa semakin terangkat dan memiliki daya saing yang sama dengan produk lainnya,” tandasnya.

Senada, Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana dalam kesempatan itu mengatakan, upaya ini sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung penyebarluasan SNI, guna menjamin kualitas dan perlindungan konsumen.

Begitupun dengan mitra binaan selaku usaha kecil dan menengah (UKM), didorong untuk lebih kompetitif serta mampu mengimbangi keberadaan berbagai produk dari perusahaan yang lebih besar, ditengah persaingan yang semakin ketat.

Hal itu mengingat peran usaha kecil dan menengah menjadi salah satu poin penting pengembangan daya saing suatu negara, seiring kemampuan produsen yang dituntut terus meningkatkan kualitas produknya.

“Dengan penerapan SNI yang baik, kami harap juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya mitra binaan Pupuk Kaltim. Dan produk lokal lebih mampu bersaing , baik secara nasional maupun global,” paparnya.

Sosialisasi berisi tiga materi, diantaranya manfaat penerapan SNI untuk meningkatkan daya saing produk UMKM dan mekanisme sertifikasi, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) pada produk untuk meningkatkan produktivitas UMKM, serta penerapan standar keamanan pangan dan regulasi tentang pangan untuk UMKM.

Kegiatan ini pun disambut antusias mitra binaan Pupuk Kaltim, yang mengaku terdorong untuk terus meningkatkan kualitas serta jaminan produk yang sesuai standarisasi SNI.

Salah satunya Sumardin, pengusaha mebel dan sofa di Kelurahan Loktuan Bontang Utara ini mengaku, akan berupaya menyesuaikan standarisasi SNI pada hasil produksinya. Sehingga usahanya makin berkembang dengan kualitas yang lebih terjamin.

“Kegiatan ini sangat bagus dalam menambah wawasan kami, dari sebelumnya tidak paham apa itu SNI dan pentingnya untuk diterapkan. Namun kini kami sangat terdorong untuk lebih berdaya saing dengan produk serupa lainnya, yang sesuai standarisasi,” ungkapnya.(*)

 

Laporan: Aris

Click to comment
To Top