Hukum

Dua Minggu Ramadan, Polres Bontang Sita 26 Motor Balap Liar

Sejumlah remaja yang kedapatan balap liar ditindak Polres Bontang (Foto: Nasrul)
Sejumlah remaja yang kedapatan balap liar ditindak Polres Bontang (Foto: Nasrul)

Bontang. Selama Ramadan 1439 Hijriah, ternyata masih ada saja remaja yang hobi uji nyali di jalan raya dengan balapan liar. Hal ini pun menjadi perhatian Kepolisian resor Bontang, karena dinilai menganggu keamanan serta kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Tercatat hingga 14 Ramadan 1439 H, Kepolisian berhasil mengamankan 26 sepeda motor yang kedapatan untuk kebut-kebutan para remaja di jalan raya. Seluruhnya disita kepolisian dan bisa kembali diambil pasca lebaran Idul Fitri.

Menurut Kepala Satlantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono, tahun ini pelaku balap liar lebih terorganisir, dan memiliki kelompok masing-masing dari sejumlah wilayah.

Hal itu pun ditindaklanjuti dengan menyiapkan 11 personel yang tergabung dalam tim khusus balapan liar, dan setiap harinya menyisir lokasi yang kerap digunakan.

“Diantaranya wilayah Loktuan, Kilometer 3, Gunung Sari, dan Berbas,” ujarnya.

Guna memberi efek jera, polisi juga memanggil orangtua remaja bersangkutan. Sebab kebanyakan balapan liar dilakukan anak di bawah umur, dan tidak memiliki surat izin mengemudi.

“Sepeda motor yang disita pun sebagai efek jera, agar tidak kembali mengulang perbuatannya,” tambahnya.

Dikatakannya, balap liar sejatinya bukan tindakan kejahatan, namun bentuk kenakalan remaja yang harus mendapat perhatian serta pembinaan dari berbagai pihak. Khususnya orangtua anak bersangkutan.

“Makanya perlu diberikan efek jera dan pembinaan bagi anak-anak tersebut,” pungkasnya.(*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul

 

Click to comment
To Top