Corporate

Dorong Produktifitas Sawit, Dirtekbang Pupuk Kaltim Tinjau Perkebunan Kalianusa di Rantau Pulung

Area perkebunan sawit PT Kalianusa di Rantau Pulung Kutai Timur (Foto: Aris)
Area perkebunan sawit PT Kalianusa di Rantau Pulung Kutai Timur (Foto: Aris)

Kutai Timur. Direktur Teknik dan Pengembangan (Dirtekbang) Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho, tinjau area perkebunan sawit PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa) di Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. Rabu, 1 Agustus 2018.

Peninjauan ini sekaligus evaluasi Pupuk Kaltim sebagai pemilik saham Kalianusa, yang dinilai mengalami penurunan kinerja dalam beberapa waktu terakhir. Disamping memastikan proyek pembangunan pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) yang dilaksanakan kontraktor PT Barata Indonesia, dapat selesai sesuai target perencanaan.

Sejumlah area inti perkebunan dengan total 7.200 Hektare ini, dipantau Satriyo dengan turun langsung ke lokasi. Guna mengetahui kondisi riil produktifitas sawit yang dikelola Kalianusa.

Diungkapkannya, Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang selama ini dipasok Kalianusa ke sejumlah pabrik pengolahan sekitar perkebunan, diketahui tak lagi berjalan dalam beberapa bulan terakhir. Dikarenakan kurangnya produktifitas pengelolaan lahan, sehingga berimbas pada hasil panen yang tidak sesuai kategori penjualan.

Dan hal ini berpotensi kritis serta merugikan perusahaan, disamping juga banyak buah yang busuk di pohon, dan dapat merusak produktifitas pembuahan selanjutnya.

“Makanya kami evaluasi kesini, agar kinerja Kalianusa bisa berjalan lebih maksimal, dan tidak mengalami kerugian yang makin besar,” ujarnya.

Selain itu, progres pembangunan pabrik CPO pun kata Satriyo, menjadi salah satu sorotan penting, karena memiliki potensi keterlambatan 10 persen dari target. Kondisi ini menurutnya tak bisa dibiarkan, dan butuh langkah antisipasi serta pemulihan agar kembali berjalan sesuai perencanaan awal.

Satriyo pun mengaku telah mengintrusikan agar kondisi yang dialami Kalianusa bisa segera dibenahi Manajemen, melalui langkah strategis percepatan proyek pembangunan pabrik, serta perbaikan kualitas hasil secara terstruktur. Upaya ini diharap mampu mengurangi risiko keterlambatan serta kerugian yang lebih besar.

“Jika proyek delay (terlambat) yang rugi banyak. Kontraktor rugi, owner juga rugi. Pupuk Kaltim juga akan otomatis lebih rugi, karena harus menanggung proyek operan,” lanjutnya.

Sementara konsultan Pupuk Kaltim untuk Kalianusa Kasiamat Situmorang, pada kesempatan itu turut menyampaikan sejumlah rekomendasi, agar pelaksanaan proyek Kalianusa berjalan sesuai perencanaan dan tidak meleset jauh dari target.

Diantaranya mengintensifkan pemeliharaan beberapa area perkebunan, termasuk mendorong pemupukan yang sesuai guna mengembalikan produktifitas lahan.

“Begitu juga untuk mengejar hasil panen, seluruh sawit butuh pembersihan secara berkala, karena berpengaruh pada kualitas buah yang nantinya dihasilkan,” papar Kasiamat.

Sekadar informasi, PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa) merupakan salah satu anak perusahaan Pupuk Kaltim yang bergerak pada pengelolaan perkebunan sawit sekaligus pengolahan CPO. Kalianusa berdiri 14 September 2009, ditandai tanam perdana diatas lahan seluas 7.100 Hektare. Hingga 2018, pendirian pabrik CPO juga tengah dilaksanakan di area perkebunan Rantau Pulung Kutai Timur, melalui kontraktor PT Barata Indonesia. (*)

 

Laporan: Revo | Aris

Click to comment
To Top