Pemerintah

DKPPP: Pelatihan Budidaya Teripang Pertama Kali di Bontang

Salah satu materi budidaya teripang bagi nelayan Malahing bersama LIPI Lombok NTB (Foto: Humas PKT)
Salah satu materi budidaya teripang bagi nelayan Malahing bersama LIPI Lombok NTB (Foto: Humas PKT)

Bontang. Pelatihan budidaya teripang yang digelar Pupuk Kaltim bagi 20 nelayan Malahing Kelurahan Tanjung Laut Indah Bontang Selatan, diklaim menjadi pelatihan pertama kali yang dilaksanakan di Bontang.

Maka dari itu peserta pelatihan pun dituntut mampu mengembangkan potensi teripang, demi menjadikan malahing sebagai pusat pengolahan biota laut.

Diungkapkan Sekretaris Lurah Tanjung Laut Indah Rustam Effendi, yang meminta peserta pelatihan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin pelatihan budidaya teripang, karena terbilang langka dan belum pernah dilaksanakan sebelumnya.

“Kami harap dari kegiatan ini mampu mendorong peningkatan ekonomi nelayan, dengan penerapan budidaya yang baik pasca pelatihan,” ucapnya.

Baca Juga: Pupuk Kaltim Bekali Nelayan Malahing Pengembangan Budidaya Teripang

Senada Penyuluh perikanan dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Bontang David Indra Widianto, menyebut jika nelayan Malahing patut berbangga lantaran dipilih mengikuti pelatiha budidaya teripang yang baru pertama kali di gelar ini. Diharapkannya, berbagai inovasi dapat diciptakan para peserta, sehingga teripang bisa menjadi ciri khas kampung Malahing di luar rumput laut.

“Bisa jadi kalau orang ingat teripang, akan ingat Malahing,” katanya.

Sementara Sigit Anggoro Putro Dwiono, instruktur dari Balai Bio Industri Laut LIPI Lombok Nusa Tenggara Barat menyampaikan Malahing merupakan lokasi ke tiga di Indonesia yang diberi pelatihan budidaya teripang. Dan diharapkan dapat membawa kesuksesan dalam proses budidaya teripang di kampung Malahing.

“Pada dasarnya teripang memiliki nilai jual yang cukup tinggi, mencapai Rp5-7 Juta untuk 3 teripang berukuran besar. Jika digeluti dengan serius, budidaya teripang mampu menjadikan masyarakat Malahing mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.

Meski memiliki nilai jual tinggi, Sigit mengingatkan peserta untuk hanya menjual teripang berbobot di atas 200 gram, dan tidak menjual dengan ukuran dibawahnya. Mengingat teripang dengan bobot tersebut masih dlam tahap berkembang biak. (*)

 

Laporan: Sary | Faisal

Click to comment
To Top