Hukum

Ditangani Kejaksaan, Polres Bontang Hentikan Usut Kasus Eskalator DPRD

Eskalator DPRD Bontang (Foto: Aris)

Bontang. Kepolisian Resort (Polres) Bontang memastikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan eskalator gedung DPRD, sepenuhnya akan ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang. Dimana Satuan Reserse Kriminal Polres telah menghentikan tahapan verifikasi, penyelidikan kasus dugaan mark up pengadaan di gedung wakil rakyat tersebut.

Dikatakan Kasatreskrim Iptu Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, penghentian tersebut dilakukan pasca koordinasi yang dilakukan pihaknya bersama Kejari, dalam upaya menindaklanjuti dugaan kasus agar tidak membingungkan saksi tengah yang dimintai keterangan.

Disamping itu, penghentian juga didasari kesepakatan antara kejaksaan, kepolisian, dan komisi pemberantasan korupsi (KPK) dalam memperbarui nota kesepahaman (MoU) bersama, mengenai penegakan hukum tindak pidana korupsi.

“Dimana jika ada perkara yang sama, maka yang berkewajiban menindaklanjuti adalah instansi yang lebih dulu mengeluarkan surat perintah penyelidikan. Dalam hal ini adalah Kejaksaan Negeri Bontang,” ungkapnya saat ditemui Pktv Bontang.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Bontang M Budi Setyadi, yang mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres AKBP Andy Ervyn, terkait kasus tersebut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres untuk tindaklanjut kasus ini,” ucapnya.

Diketahui, Kejari Bontang telah melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi eskalator sejak Maret 2017 lalu, dengan masa penyelidikan semula 20 hari diperpanjang 20 hari. Guna mengumpulkan bahan keterangan dalam rangka mencari fakta dan barang bukti.

Dari kasus ini, diduga kerugian negara mencapai Miliaran Rupiah, atas adanya pembengkakan dana pengadaan dua eskalator setinggi tiga meter di gedung DPRD Bontang. Dimana pengadaan dua tangga berjalan sebagai fasilitas penunjang, menelan anggaran hingga Rp 3 Miliar, dengan pekerjaan konstruksi dimulai Agustus 2015, oleh CV Etika Sejahtera.(*)

 

Laporan: Sary & Aris

Click to comment
To Top