Pilkada Topik

Diduga Cemarkan Nama Baik, Tim Adi-Isro Lapor Ke Panwaslu Bontang

Bontang. Adanya dugaan pencemaran nama baik yang ditujukan pada pasangan nomor urut 1 Adi Darma – Isro Umarghani, oleh KR selaku tim pasangan calon nomor urut 2 Neni – Basri, terkait permasalahan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Kota Bontang, yang dirilis melalui salah satu media Online di Makassar Sulawesi Selatan. Dilaporkan tim pemenangan Adi-Isro ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bontang, Jumat (30/10/2015).

Laporan dugaan pencemaran nama baik dalam berita di media online tersebut, disampaikan langsung perwakilan tim pemenangan Adi-Isro, didampingi Kuasa Hukum, Ahmar Ihsan Rangkuti dan Busyraa Nasution.

Pokok laporan yang disampaikan jelas Ahmar Ihsan Rangkuti diantaranya, pelanggaran aturan kampanye dengan dugaan menghasut dan memiliki kesan negatif oleh salah satu tim pemenangan paslon nomor urut 2 berinisial KR.

“Atas komentarnya tersebut, KR kami nilai melanggar pasal 69 huruf c UU No 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2014. Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU,” papar Ahmar dalam konferensi persnya.

Disamping itu, pernyataan KR tersebut lanjut Ahmar telah melanggar norma hukum, dan seolah menghasut. Dimana menurutnya tergambar dalam pernyataan KR ketika melakukan tatap muka bersama warga di Loktuan – Bontang Utara.

Kurang lebih pernyataan tersebut papar Ahmar berbunyi : Bayangkan kalau Silpa sampai Rp 1,3 triliun, Pemkot Bontang bikin apa sampai begitu banyak dana yang tidak digunakan. Pemerintahan yang mampu bekerja tak boleh dilanjutkan karena berbahaya jika dilanjutkan atau masih diberi kesempatan.

“Kami sangat menyesalkan dan mengecam pernyataan tersebut yang dilontarkan saudara KR itu,” tandasnya.

Maka dari itu, Panwaslu Bontang harap Ahmar dapat merespon dan memproses laporan dari tim Adi-Isro, disertai bukti-bukti yang ada.

“Kami berharap Panwas dan pihak berwajib menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Sebab, kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan, kami akan menempuh jalur yang berada di atas lagi,” pungkasnya. (Adv)

 

Laporan : Ahmad Syahir

Editor : Revo Adi M