Kesehatan

Cakupan ORI Difteri Bontang Lampaui Target Nasional, Diskes-KB Gelar Vaksin Tahap 2

Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Wabah Dan Bencana Diskes KB Bontang, Adi Permana (Foto: Faisal)
Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Wabah Dan Bencana Diskes KB Bontang, Adi Permana (Foto: Faisal)

Bontang. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang mencatat cakupan pelaksanaan imunisasi ulang atau Outbreak Response Immunization (ORI) tahap pertama, dalam merespon wabah difteri di Kota Bontang mencapai 92,8 persen, lebih tinggi 2,8 persen dari target nasional 90 persen.

Cakupan tersebut sesuai pelaksanaan yang berlangsung 23 hari, dalam kurun waktu Februari hingga Maret 2018. Pemberian vaksin Difteri dilakukan terhadap anak dengan rentang usia 9 bulan hingga 19 tahun.

“Dari cakupan 92,8 persen, jika dihitung secara kumulatif mencapai 54 ribu jiwa lebih,” ujar Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Wabah Dan Bencana Diskes KB Bontang, Adi Permana.

Ditambahkannya, tingginya cakupan imunisasi ORI difteri tahap pertama turut berimbas pada tidak ditemukannya kasus baru difteri di Kota Bontang. Langkah ini pun dinilai efektif dengan kerjasama intensif seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bontang.

“Hingga kita mampu memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus difteri di Bontang,” lanjutnya.

Pemberian vaksin ORI penting untuk dilakukan, mengingat difteri merupakan penyakit menular yang endemis dan dapat dicegah dengan imunisasi.

Upaya ini pun akan dilanjutkan Diskes-KB bersama seluruh faskes, untuk kembali menggelar vaksinasi difteri tahap dua, bagi masyarakat Bontang dengan rentang usia 9 bulan hingga 19 tahun, yang akan berlangsung dua bulan, mulai Juni hingga Juli 2018.

“ Pemberian imunisasi difteri tidak bisa dilakukan sekali, namun harus tiga kali. Hal ini untuk memberikan daya kekebalan tubuh selama 10 tahun,” tambah Adi Permana.

Maka dari itu, ia pun mengajak seluruh masyarakat Bontang baik yang sudah melakukan vaksin maupun yang belum, untuk bisa mengikuti vaksinasi tahap dua ini. Terlebih waktu libur anak sekolah yang cukup panjang, maka pemberian vaksin difteri akan terlebih dulu menyasar masyarakat umum, yang rencananya mulai berjalan awal Juni 2018.

“Terakhir baru untuk anak usia sekolah pada Juli 2018 mendatang,” pungkasnya.

Vaksinasi difteri tidak dipungut biaya, karena seluruh ditanggung Kementerian Kesehatan. Bagi warga yang ingin mendapat pelayanan imunisasi ORI difteri dapat mengunjungi posko pelayanan, yang akan tersebar di berbagai kawasan Bontang, termasuk Puskesmas.(*)

 

Laporan: Sary | Faisal

Click to comment
To Top