Hukum

Cabuli Gadis Bawah Umur, Kakek AS Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka AS saat diamankan Satreskrim Polres Bontang (Foto: Yuli)

Bontang. Meski usianya terbilang sepuh, namun kakek berinisial AS (70) nyatanya tak mampu mengendalikan nafsu birahinya. Warga Kelurahan Gunung Elai Bontang Utara ini ditangkap Polisi, karena diketahui melakukan pencabulan sebanyak tiga kali terhadap Melati (samaran), gadis umur 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Tersangka AS ditangkap di kediamannya, setelah mendapat laporan dari orangtua korban atas perbuatan yang dilakukan terhadap anak gadis yang masih dibawah umur tersebut, Selasa 8 Agustus 2017.

Diungkapkan Kepala Satreksrim Polres Bontang Iptu Rihard Nixon Lumbantoruan, perbuatan AS berlangsung dalam kurun waktu September 2016 hingga Mei 2017. Berawal saat korban diminta orangtuanya, untuk membeli rokok di warung milik tersangka.

Melihat Melati, AS pun tak tahan. Hingga akhirnya mulai meraba bagian tubuh dan melakukan pencabulan terhadap korban di warungnya tersebut.

Terungkapnya perbuatan tersangka, pertama kali diketahui orangtua Melati. Saat diminta untuk mengantar undangan ke rumah AS, Melati menolak. Setelah didesak ibunya, korban pun menceritakan seluruh perbuatan AS kepadanya. Hingga kemudian AS dilaporkan ke Polres Bontang.

“Kejadiannya sampai tiga kali. Akhirnya korban mengaku setelah didesak orangtuanya, hingga akhirnya tersangka AS kami amankan setelah mendapat laporan tersebut,” ujar Iptu Rihard.

Ditambahkan Iptu Rihard, kakek berusia 70 tahun ini diketahui memiliki keluarga dan tinggal bersama anak dan istrinya. Hanya saja, kondisi istrinya tengah sakit-sakitan, sehingga diduga ia nekat melakukan perbuatan cabul lantaran tak kuat menahan hasrat biologisnya itu.

“Kemungkinannya demikian, makanya tersangka nekat,” tandasnya

Untuk penanganan selanjutnya, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum korban.

Sementara tersangka AS dijerat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan undang-undang nomor123 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman15 tahun penjara. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Click to comment
To Top