Berita Kota

Bontang Mangrove Park, Destinasi Wisata Sekaligus Belajar

Hijaunya Bontang Mangrove Park dilihat dari menara pandang yang merupaka salah satu icon BMP (foto: faisal/pktv)

Bontang. Bontang Mangrove Park (BMP) merupakan salah satu destinasi wisata kekinian yang dapat memanjakan mata anda apabila berkunjung ke kota Taman. Wisata alam mangrove yang mulai diresmikan sejak Bulan Maret 2018 tersebut, kini telah menjadi salah satu tujuan wisata wajib bagi para pelancong yang ingin mengisi waktu libur, atau pun sekedar melepas penat di tengah padatnya rutinitas kota Bontang.

Letaknya yang strategis, yaitu di Kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Saleba Bontang yang terletak di tengah kota Bontang, memudahkan para pengunjung untuk datang ke sana. Hanya dengan membayar karcis masuk senilai Rp.5.000 saja untuk hari kerja dan Rp.7.500 pada week end, anda sudah dapat memanjakan mata dengan keasrian dari BMP. Karcis masuk hanya berlaku untuk pengunjung dengan usia di atas 10 tahun, sedangkan untuk pengunjung di bawah usia 10 tahun dibebaskan dari biaya karcis masuk. Tak hanya itu, setiap rombongan yang berkunjung dengan lebih dari 10 orang pun mendapatkan diskon hingga Rp.4.500 per tiketnya.

Sebelum memasuki jalur boardwalk sepanjang 2,5 km yang terbentang dari daratan hingga ke laut, para pengunjung akan terlebih dahulu di buat untuk memilih mengeksplore BMP dari jalur masuk sebelah Kanan atau Kiri.

Dari luar, tampak tak ada yang berbeda dari taman mangrove lainnya, namun setelah masuk ke dalam, anda akan di suguhkan dengan pohon mangrove yang tampak seperti pohon pinus. Selain itu, jembatan yang masih memiliki warna alami membuat tempat ini bernilai estetika dan layak untuk anda kunjungi. Baik hanya untuk sekedar berfoto, olahraga,  bahkan belajar mengenai berbagai jenis tanaman mangrove.

Selain menawarkan suasana alam yang masih alami, di BMP anda juga bisa belajar, mulai dari belajar tentang perlindungan sistem penjaga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, serta pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan sekitarnya.

Apabila anda masuk dalam jalur boardwalk BMP maka anda akan menemukan papan–papan informasi terkait vegetasi mangrove dan berbagai satwa yang ada di dalam BMP. Papan informasi tersebut tersebar di beberapa titik sepanjang jalur boardwalk BMP. Selain itu ada 3 icon dari BMP yang sering menjadi spot favorit para pengunjung, yaitu gazebo kembar, jembatan lengkung, dan menara pandang setinggi 20 meter yang sering dipergunakan oleh para pengunjung untuk melihat pemandangan terbaik dari BMP dari ketinggian.

Bagi pengunjung yang ingin melihat indahnya sunset sembari bersantai dapat memilih Gazebo Kembar sebagai spot yang wajib di datangi apabila berkunjung ke BMP. Selain untuk menikmati sunset, Gajebo Kembar juga merupakan spot terbaik untuk mengamati burung yang ada di BMP.

BMP merupakan perwujudan dari fungsi pemanfataan Taman Nasional sebagai tempat penelitian, pendidikan, penunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi, yang turut menjadi pilar utama dalam pengembangan BMP sebagai daerah konservasi, edukasi, dan petualangan. Berbeda dari wisata mangrove lainnya, BMP jauh dari kebisingan kota, suara alam dan udara sejuk sangat terasa di tempat ini. Selain itu, mengingat lokasi ini masuk ke kawasan konservasi TNK, maka para pengunjung dihimbau untuk selalu menjaga kelestarian yang ada di dalamnya dengan tidak merusak dan membuang sampah pada tempatnya.

BMP buka setiap hari sejak pukul 07.30 WITA hingga pukul 17.30 WITA. Selain memiliki jalur boardwalk sepanjang 2,5KM, di lahan mangrove seluas 290 Hektare ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya, seperti musholla, 12 toilet, 8 gazebo, hingga Balai Pertemuan Umum (BPU) yang mampu menampung hingga 300 orang. Ke depan berbagai pengembangan lainnya akan terus dilakukan, salah satunya yakni menyediakan fasilitas play ground.

Laporan: Sari | Faisal

Click to comment
To Top