Corporate

Berkeliaran di Area Pabrik, Pupuk Kaltim Kembalikan Orang Utan ke Habitat TNK

General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, lepasliarkan Orang Utan ke habitat TNK. Disaksikan Kepala Balai TNK dan perwakilan BKSDA Kaltim (Foto: Humas PKT)
General Manager Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, lepasliarkan Orang Utan ke habitat TNK. Disaksikan Kepala Balai TNK dan perwakilan BKSDA Kaltim (Foto: Humas PKT)

Kutai Timur. PT Pupuk Kaltim bersama Balai Taman Nasional Kutai (TNK) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim lepasliarkan seekor orang utan, di Hutan Taman Nasional Kutai, Sangkima, Kamis 9 Agustus 2018. Orang utan tersebut sebelumnya ditemukan berkeliaran di kawasan operasi perusahaan.

Keberadaan orang itu pertama kali diketahui salah seorang security Pupuk Kaltim yang berjaga di Pos Dermaga 4 Tursina pada 6 Agustus 2018 malam hari. Penjaga melihat orang utan itu berada di pohon ketapang. Informasi langsung diteruskan Departemen Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) ke Departemen Lingkungan Hidup (LH) Pupuk Kaltim keesokan harinya.

Departemen LH bergegas menurunkan tim untuk mengamati lokasi munculnya Orang Utan tersebut. Dikarenakan lokasi tempat ditemukannya Orang Utan berdekatan dengan Pabrik dan dikhawatirkan menimbulkan potensi bahaya. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Balai TNK dan BKSDA Kaltim.

Pengamatan dilakukan oleh tim sampai larut malam, karena orang utan sudah berpindah ke dalam hutan. Tidak berhenti disitu, tim melanjutkan pencariannya pada 8 Agustus 2018. Menurut informasi, Orang Utan tersebut kembali terlihat di Area Dermaga Tursina Pupuk Kaltim.

Berkat kerjasama yang baik antara Pupuk Kaltim dengan TNK Bontang, akhirnya Orang Utan berhasil di handling pada saat ingin menaiki pagar Perusahaan JVC sekira pukul 11.30 Wita.

Setelah berhasil diamankan, Orang Utan tersebut diserah terimakan dari Pupuk Kaltim ke TNK Bontang dan selanjutnya dilakukan pengecekan kesehatan oleh Drh. Vidi saputra dari BKSDA Kaltim. Hewan itu dinyatakan dalam kondisi sehat dan dapat dilepasliarkan.

Saat pelepasan berlangsung, GM Umum Pupuk Kaltim Nursahid menyatakan, orang utan berhasil ditangkap dengan sangat baik tanpa menciderai primata tersebut. Nur Sahid juga menambahkan, jika orang utan sampai masuk kedalam Pabrik, tentu akan sangat fatal dan sangat membahayakan banyak pihak, begitu juga jika sampai masuk ke rumah penduduk.

“Kami berharap orang utan ini dapat kembali ke habitat asalnya dengan sehat dan selamat. Selain itu, kami juga merasa bangga bahwa Pupuk Kaltim dapat membantu menjaga, melindungi, dan menyelamatkan salah satu primata yang dilindungi Negara,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Taman Nasional Kutai, Nur Patria Kurniawan melalui Dede Nurhidayat Pengendali Ekosistem Hutan mengatakan, pelepasan ini merupakan upaya menyelamatkan konflik antara satwa liar dengan manusia.

Dengan adanya pelepasan di kawasan TNK, maka akan menambah jumlah koleksi dan populasi dari keberadaan Orang Utan tersebut, terutama di kawasan TNK.

Ia berharap, masyarakat kian sadar keberadaan satwa liar yang sangat dilindungi ini. Balai TNK mengimbau masyarakat tidak melakukan upaya-upaya melukai, bahkan sampai membunuh satwa yang sangat dilindungi ini.

“Terimakasih kepada Pupuk Kaltim yang telah membantu menyelamatkan satwa liar, yang dalam hal ini adalah orang utan,” ungkapnya.(*)

 

Laporan: Ade | Humas Pupuk Kaltim

Click to comment
To Top