Topik

Berjuang Melawan Stroke, Sumiran Butuh Uluran Tangan

Astuti (kiri) dengan setia merawat Sumiran melewati hari-harinya. (Foto: Nasrul)
Astuti (kiri) dengan setia merawat Sumiran melewati hari-harinya. (Foto: Nasrul)

Bontang. Sumiran, kakek usia 85 tahun warga Jl Selat Makassar RT 25, Kelurahan Tanjung Laut Bontang Selatan, harus berjuang melawan stroke yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir.

Ia tak lagi mampu berjalan, karena dua kakinya tak bisa menopang tubuh rentanya. Lebih menyedihkan lagi, ayah 4 anak juga tak bisa melihat, ditengah kondisi keluarga yang serba kekurangan.

Kondisi ini sudah dialami Sumiran satu tahun terakhir, dan membuat ia terpaksa berhenti dari aktivitasnya membersihkan sampah rumah warga sekitar, yang menopang perekonomian selama ini.

Sumiran dan keluarga hanya pasrah menerima keadaan, ia juga tak rutin kontrol ke rumah sakit, karena himpitan biaya.
Jangankan biaya berobat, untuk makan sehari-hari pun Sumiran kini terpaksa mengandalkan sang istri Astuti (50), yang menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga.

Setiap hari Astuti bekerja memungut sampah milik warga, hingga berkeliling mencuci pakaian tetangga sekitar, hanya untuk dapat bertahan hidup dan merawat sang suami yang tak lagi berdaya.

“Dulu pernah kontrol ke rumah sakit, pas tensi darah naik. Karena bapak jatuh juga. Tapi habis itu tidak ada lagi,” ujar Astuti, saat ditemui Pktv di kediamannya, Rabu pagi, 21 Maret 2018.

Dikatakan Astuti, meski saat bekerja, ia selalu menyempatkan waktu ke rumah untuk sekedar melihat kondisi Sumiran. Sebab hanya ditinggal sendiri setiap hari saat ia mencari nafkah. Namun begitu Astuti tetap tegar, dan mengaku tak mau menyerah pada keadaan.

“Tiap hari terpaksa ditinggal, kadang saya sempatkan pulang. Kalau tidak kerja, buat beli obat dan makan dari mana,” tandasnya.

Kondisi semakin memprihatinkan, melihat tempat tinggal yang sangat tidak layak didiami pasangan suami istri ini. Sumiran bersama Astuti hanya tinggal di gubuk kecil berdinding seng dan berlantai tanah. Bahkan atap serta tiang penyangga rumah pun mulai rapuh.

Beruntung, tetangga dan masyarakat sekitar tak menutup mata atas kondisi pasangan renta ini. Beragam perhatian dan bantuan kerap diberikan, meski tak sebarapa.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi bapak Sumiran. Selama ini hanya bisa membantu seadanya. Kami harap masyarakat bisa turut memberikan perhatian pada saudara kita ini, agar bisa sembuh dari penyakitnya,” tutur Sukardi, salah satu tetangga yang mengantar tim liputan Pktv ke rumah Sumiran.

Sukardi juga berharap peran Pemerintah Kota Bontang, untuk bisa memberi perhatian bagi keluarga Sumiran, yang sangat jauh dari kesan sejahtera dan butuh penanganan serius.

“Semoga Pemerintah bisa membantu,” harapnya.

Begitupun dengan masyarakat Bontang, Pktv mengajak anda untuk berpartisipasi meringankan beban Sumiran dan Astuti, melalui program Warta untuk Sesama. Mari salurkan bantuan anda untuk meringankan beban saudara kita yang membutuhkan , melalui PKTV PEDULI: 148 001 256 2230 (Mandiri), atau info lebih lanjut silakan hubungi (0548) 23444. (*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul

Click to comment
To Top