Pemusnahan rokok dan Miras ilegal oleh Walikota Bontang bersama Bea Cukai (Foto: Humas Pemkot)
Hukum Topik

Bea Cukai Bontang Musnahkan Ribuan Miras dan Rokok Ilegal

Bontang. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe madya pabean C Bontang, lakukan pemusnahan barang hasil penindakan yang telah ditetapkan menjadi barang milik Negara. Kamis, 23 November 2017.

Sebanyak 537.400 batang rokok illegal berbagai merek serta 1.596 botol minuman mengandung etil alkohol dimusnahkan dengan cara dibakar. Dipimpin Walikota Bontang, bersama Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim, Kepala Kantor Beacukai Bontang, Dandim 0908, Kapolres, dna Plt Kepala Kejaksaan Negeri Bontang.

Dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim Agus Sudarmadi, barang kena cukai berupa 537.400 rokok dinilai telah melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang cukai, dengan menggunakan cukai palsu.

Adapula rokok yang dilekati pita cukai bekas, tidak adanya pita cukai, hingga pemalsuan terhadap rokok itu sendiri. Selain juga rokok ilegal tersebut didapatkan dari operasi pasar.

Sementara 1.596 botol minuman beralkohol, berasal dari penindakan pelanggaran kepabeanan, merupakan barang bawaan awak sarana pengangkut melebihi batas yang ditetapkan.

“Efek jera berupa penyitaan rokok tersebut, dan tidak adanya penggantian oleh Negara. Sehingga kerugian ditanggung oleh penjual maupun distributor,” ujar Agus Sudarmadi.

Sementara Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bontang, Esti Wiyandari, meminta agar masyarakat dapat lebih selektif menerima titipan barang untuk dijual, seperti halnya rokok illegal. Sehingga tidak menimbulkan kerugian maupun dampak hukum akan hal tersebut.

“Untuk terus menekan masuk dan beredarnya barang ilegal ini, kami akan terus giatkan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Senada, Walikota Neni Moerniaeni, mengapresiasi kinerja dari Bea Cukai Bontang yang berhasil mengungkap adanya upaya peredaran rokok maupun minuman beralkohol tanpa izin di Kota Bontang. Menurutnya, pemusnahan ini merupakan komitmen bersama dalam menyelamatkan Bontang, khususnya generasi muda dari peredaran gelap rokok, minuman keras, maupun narkoba.

“Semoga dari upaya ini kita bisa terus menekan pengaruh negatif terhadap generasi muda, untuk menjadi generasi unggul dan mandiri. Sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” kata Walikota.

Sekedar informasi, sesuai UU nomor 39 tahun 2007, tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995, cukai merupakan pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu, yang mempunyai sifat atau karakteristik konsumsi yang perlu dikendalikan. Dan peredarannya perlu diawasi.

Baca Juga: Rokok Dan Miras Ilegal Rugikan Negara Rp346 Juta

Sifat dan karakteristik lain barang kena cukai, yaitu pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Dan pemakaiannya perlu pembebanan pungutan Negara, demi keadilan dan keseimbangan.(*)

 

Laporan: Yuli | Nasrul